RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik datang bagi para pekerja! Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 kepada jutaan buruh dan pekerja di seluruh Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan bahwa penyaluran tahap pertama BSU 2025 telah resmi dimulai pekan ini.
Menurut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebanyak 2,4 juta rekening pekerja telah menerima transfer bantuan melalui bank-bank Himbara seperti BNI, BRI, BTN, Mandiri, serta BSI untuk wilayah Aceh.
Bagi pekerja yang tidak memiliki rekening Himbara, penyaluran akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Baca Juga: Dugaan Korupsi PT Antam dan PT Loco Montrado, KPK Dalami Kerugian Negara Rp100 Miliar
BSU 2025 Tahap Pertama Mulai Cair
Program BSU 2025 merupakan lanjutan dari bantuan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang ekonomi nasional.
Setiap penerima mendapatkan Rp300.000 per bulan selama dua bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000 per pekerja.
Dari total 3,6 juta penerima tahap pertama, sebanyak 2,4 juta orang telah menerima transfer, sementara 1,2 juta lainnya masih menunggu proses administrasi dan verifikasi data.
“Mulai Selasa pekan ini, BSU resmi disalurkan kepada 2,4 juta penerima. Sisanya sedang dalam proses dan akan segera cair,” ujar Menaker Ida Fauziyah, seperti dikutip dari Blitar Kawentar.
Syarat Penerima BSU 2025
Pemerintah menegaskan bahwa tidak semua pekerja berhak menerima BSU 2025.
Berikut syarat lengkap penerima Bantuan Subsidi Upah 2025:
-
Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK aktif.
-
Terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan hingga April 2025.
-
Gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan.
-
Bukan ASN, TNI, atau Polri.
-
Tidak sedang menerima bantuan sosial lain, seperti PKH atau BPNT.
Ida menegaskan, program BSU ini merupakan bagian dari lima paket stimulus ekonomi nasional yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional.
17 Juta Pekerja Jadi Target BSU 2025
Kemnaker menargetkan total 17 juta pekerja akan menerima BSU sepanjang tahun 2025.
Penyaluran dilakukan bertahap untuk memastikan verifikasi data yang akurat dan transparan.
“BSU bukan hanya bantuan tunai, tapi bentuk dukungan nyata pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujar Menaker.
Pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap kuat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati target 5 persen.
Tujuan BSU: Jaga Daya Beli, Dorong Ekonomi
BSU terbukti menjadi salah satu program yang paling efektif menjaga konsumsi rumah tangga selama masa pemulihan ekonomi.
Bantuan ini juga membantu perusahaan mempertahankan tenaga kerja di tengah tekanan ekonomi global.
Dengan menyalurkan dana langsung kepada pekerja berpenghasilan rendah, perputaran uang di sektor rumah tangga dan UMKM tetap terjaga.
Pemerintah berharap, BSU 2025 bisa menjadi “benteng ekonomi rakyat” menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Gaji Pensiunan 2025 Segini Besarnya! Dirapel November, Catat Jadwalnya!
Penyaluran Melalui Bank dan PT Pos
Mekanisme pencairan BSU 2025 dibuat mudah dan inklusif.
Pekerja yang memiliki rekening di bank Himbara akan menerima transfer langsung.
Sedangkan bagi yang tidak memiliki rekening, PT Pos Indonesia akan menyalurkan dana secara tunai.
Sistem ini dinilai berhasil menjangkau pekerja hingga ke pelosok, tanpa hambatan administrasi perbankan.
Baca Juga: Marc Marquez Juara Dunia Lagi, Alberto Puig Puji Keputusan Pindah ke Ducati
“PT Pos siap menyalurkan BSU ke wilayah terpencil sesuai data Kemnaker,” ujar perwakilan perusahaan.
Transparansi dan Cara Cek Status BSU
Untuk memastikan transparansi, Kemnaker bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, OJK, dan instansi terkait.
Pekerja dapat mengecek status penerimaan BSU melalui situs resmi bsu.kemnaker.go.id (*)
Editor : Ali Sodiqin