RADARBANYUWANGI.ID - Gelombang Protes di Dunia Akademik — Forum Peduli ULM Desak Rektor Mundur Usai Skandal 17 Guru Besar Dicopot!
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kini tengah diterpa badai besar yang mengguncang dunia pendidikan tinggi Indonesia.
Kampus ini terletak di dua kota, yaitu di Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Setelah 17 guru besar resmi dicabut gelarnya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Forum Peduli ULM kini angkat suara — menuntut transparansi total dan tanggung jawab moral dari pimpinan kampus.
Forum yang dikomandoi Prof. Udiansyah ini menilai skandal tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi tamparan keras terhadap integritas akademik kampus tertua di Kalimantan itu.
“Kami mendesak Senat ULM segera membentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk membongkar seluruh kronologi kasus, menelusuri siapa saja yang terlibat, dan memastikan tidak ada lagi guru besar atau dosen yang bermain-main dengan integritas,” tegas Prof. Udiansyah, Kamis (9/10/2025), seperti dilansir dari Radar Banjarmasin.
Baca Juga: Ultimatum Kluivert Indonesia vs Irak: Neraka di Jeddah, Kami Harus Main Seperti Singa!
Desakan Keras: Rektor Diminta Mundur, Dekan yang Terlibat Harus Ambil Sikap
Forum Peduli ULM tidak main-main. Dalam pernyataannya, mereka secara terbuka mendorong Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, agar mempertimbangkan langkah mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral atas dua skandal besar yang terjadi di masa kepemimpinannya.
Tak hanya itu, Guru Besar yang masih menjabat sebagai Dekan pun diminta melakukan hal serupa bila terbukti terlibat atau gagal menjaga marwah fakultasnya.
“Ini bukan tekanan politik. Ini panggilan nurani akademik untuk menyelamatkan kehormatan universitas,” ujar Prof. Udiansyah, mantan Ketua LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan.
Bongkar Kronologi: Dari 11 ke 17 Guru Besar, Dua Tahun Berturut-turut ULM Dilanda Skandal
Kasus ini bukan kali pertama mencoreng nama ULM.
Pada Juli 2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencabut gelar 11 guru besar Fakultas Hukum ULM setelah terbukti menggunakan jurnal predator dan memalsukan tanda tangan Ketua Senat.
Setahun berselang, Juli 2025, badai serupa kembali datang.
Sebanyak 17 guru besar dari delapan fakultas dijatuhi sanksi pencabutan gelar — semuanya terjadi di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Ahmad Alim Bachri.
Dua skandal ini membuat publik bertanya-tanya:
Apakah sistem akademik ULM benar-benar sudah “bobrok dari dalam”?
Atau ada pihak yang selama ini dibiarkan bermain di ruang gelap dunia akademik?
Baca Juga: Warga Tampo Banyuwangi Geruduk Kantor Desa! Tuntut Kepala Desa Buka Laporan Keuangan!
Forum Peduli ULM: Saatnya Reformasi Total dan Transparansi Akademik
Forum Peduli ULM menilai, momentum krisis ini justru bisa menjadi titik balik reformasi besar-besaran.
Mereka mendorong Senat ULM untuk memulihkan marwah kampus, memperkuat tata kelola akademik, serta membuka seluruh hasil investigasi ke publik.
“Jangan ada lagi yang disembunyikan. Semua harus transparan dan akuntabel. Hanya dengan itu ULM bisa pulih dan kembali dipercaya,” tegas Prof. Yulian F. Arifin, anggota forum.
Daftar Tokoh Forum Peduli ULM: Siapa Mereka?
Forum ini diisi oleh tokoh-tokoh akademik senior yang dikenal kritis dan berintegritas tinggi:
-
Prof. Udiansyah (Koordinator)
-
Prof. Yulian F. Arifin
-
Suhaili Asmawi
-
Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i
-
Fahrianoor
-
Yusanto N
-
Hafizianor
-
Prof. Mochamad Arief Soendjoto
-
Prof. Triawanti
-
Asysyifa
-
Prof. Ismed Setya Budi
-
Setia Budhi
Forum ini berkomitmen mengawal kasus ini sampai tuntas agar ULM kembali bersih dari praktik curang dan manipulatif.
Baca Juga: 7 Drama Korea Beralur Ringan yang Cocok untuk Pemula
Arah Baru ULM: Reformasi atau Runtuhnya Kredibilitas Akademik?
Skandal ini menjadi peringatan keras bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia:
“Jabatan guru besar bukan prestise semu yang bisa dibeli dengan jurnal predator atau manipulasi administratif.”
Kini semua mata tertuju pada langkah Senat dan Rektor ULM.
Akankah mereka berani bersih-bersih dan melakukan reformasi total, atau justru menjadi saksi kejatuhan integritas kampus sendiri?
Editor : Ali Sodiqin