Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Beda Nasib: Bandara Dhoho Terhenti, Banyuwangi Melesat! Ini Kisah Dua Bandara Jawa Timur

Ali Sodiqin • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 02:11 WIB

REOPERASI: Pesawat Wings Air rute penerbangan Surabaya-Banyuwangi mendarat di Bandara Banyuwangi beberapa waktu lalu. Penerbangan rute tersebut segera dibuka kembali.
REOPERASI: Pesawat Wings Air rute penerbangan Surabaya-Banyuwangi mendarat di Bandara Banyuwangi beberapa waktu lalu. Penerbangan rute tersebut segera dibuka kembali.

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah dinamika mobilitas udara regional, dua bandara di Jawa Timur justru menunjukkan tren yang berlawanan.

Bandara Dhoho, yang diharapkan menjadi poros konektivitas baru untuk Kediri dan daerah sekitar, mengalami vakum operasional berkepanjangan.

Sementara itu, Bandara Banyuwangi mencatat lonjakan aktivitas penerbangan dan pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan.

Baca Juga: Jobe Bellingham Terancam Gagal Bersinar di Dortmund! Manchester United dan Crystal Palace Siaga di Bursa Transfer 2026

Kisah ini bukan hanya soal bandara, melainkan cerminan tantangan dan peluang di sektor transportasi udara di daerah.

Dhoho Kediri: Harapan yang Padam

Bandara Dhoho, di Kediri, pernah direncanakan sebagai salah satu bandara baru andalan di Jawa Timur, dengan model kemitraan publik-swasta (KPBU).

Namun pada tahun 2025, operasional penerbangan komersial di bandara ini dinyatakan tidak ada / kosong hingga setidaknya 31 Juli 2025.

Baca Juga: Talenta Ajaib Senilai Rp 590 Miliar Ini Bikin Legenda Chelsea Takjub! Gus Poyet: Dia Bisa Jadi Pemain Kelas Dunia!

Laporan media mengungkap bahwa penghentian ini disebabkan oleh keterbatasan armada maskapai yang melayani rute ke/dari Dhoho—termasuk isu maintenance atau alokasi armada yang dialihkan.

Berita lokal menyebut bahwa vakumnya operasi telah berlangsung selama beberapa bulan dan belum ada kepastian pembukaan kembali.

MEGAH: Suasana terminal penumpang Bandara Internasional Dhoho Kediri. Rencana operasional bandara masih maju mundur hingga sekarang.
MEGAH: Suasana terminal penumpang Bandara Internasional Dhoho Kediri. Rencana operasional bandara masih maju mundur hingga sekarang.

Dampaknya terasa luas: penurunan mobilitas masyarakat, potensi investor menahan ekspansi, dan tekanan ekonomi terhadap usaha di sekitar bandara.

Meskipun demikian, bandara ini tetap dipantau publik karena posisinya strategis dan ambisi proyeknya tinggi.

Baca Juga: Desa Kenjo, Satu-Satunya Desa di Banyuwangi yang Hanya Punya Dua Dusun tapi Kaya Budaya dan Potensi Alam

Banyuwangi: Konektivitas Terus Terus Didorong

Sementara Dhoho tertahan, Bandara Banyuwangi menunjukkan kebangkitan. Beberapa perkembangan kunci yang mencerminkan tren positif:

Baca Juga: Pertukaran SDM Jepang-India Picu Reaksi Publik Usai Video Gesekan Imigran Viral

Semua indikator ini menunjukkan bahwa Banyuwangi berhasil memanfaatkan kondisi pulih pasca-pandemi serta kebutuhan mobilitas regional untuk memperkuat posisinya sebagai hub udara lokal.

Perbandingan Kedua Bandara

1. Status Operasional (2025)

2. Penyebab Hambatan / Kinerja

3. Dampak Ekonomi Lokal

4. Strategi Jangka Menengah

Kontras ini menggambarkan bagaimana bandara regional sangat rentan terhadap dinamika operasional (armada, maskapai) dan bagaimana strategi lokal bisa memicu kebangkitan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bandara banyuwangi #Jumlah penumpang bandara #Efek Domino #Bandara Dhoho #beda nasib #Penerbangan 2025 #vakum #okupansi penumpang #bandara Dhaha Kediri