Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

10.216 Warga Jateng Terima Rp400 Ribu Per Bulan! Program Kartu Ngopeni Jadi Senjata Baru Tekan Kemiskinan

Ali Sodiqin • Jumat, 3 Oktober 2025 | 14:45 WIB

Pemprov Jateng mengeluarkan Program Kartu Ngopeni untuk menjadi senjata baru tekan angka kemiskinan.
Pemprov Jateng mengeluarkan Program Kartu Ngopeni untuk menjadi senjata baru tekan angka kemiskinan.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus tancap gas menekan angka kemiskinan.

Salah satu jurus andalan adalah lewat program Kartu Jateng Ngopeni (Kajen). Tahun ini, sebanyak 10.216 warga miskin dan rentan sudah ditetapkan sebagai penerima.

Dikutip dari Radar Semarang, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah, Imam Maskur menegaskan, program Kajen menjadi salah satu intervensi nyata Pemprov dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Kisarannya sebulan Rp400 ribu. Bulan Oktober ini segera cair,” ujarnya, Kamis (2/10).

Menurut Imam, ada tiga strategi utama dalam menangani kemiskinan di Jateng.

Baca Juga: Megawati Hangestri Kini Jalani Hidup Baru Sebagai Karyawan Bank Jatim

Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat lewat bantuan sosial. Kedua, pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan dan bantuan modal usaha.

Ketiga, mengurangi kantong-kantong kemiskinan dengan intervensi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Mulai dari rumah tidak layak huni, jamban sehat, hingga akses pendidikan.

Program Kajen sendiri menyasar warga yang tidak menerima bantuan sosial lain dari pemerintah.

Baca Juga: Prediksi Osasuna vs Getafe: Duel Sengit di Estadio El Sadar, Tren Positif Siapa yang Akan Berlanjut?

Termasuk kelompok rentan seperti lansia tidak produktif, penyandang disabilitas berat, hingga penderita penyakit menahun.

“Ada 10.216 penerima Kajen, jadi tidak dobel bantuannya,” tegas Imam.

Selain Kajen, Pemprov Jateng juga menyalurkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Bantuan ini khusus bagi buruh rokok, tembakau, dan cengkeh.

Baca Juga: Dari Kelas ke Sungai, Siswa Glenmore Ikut Program Sekardadu Banyuwangi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga miskin di Jawa Tengah mencapai 3,36 juta jiwa atau 9,48 persen.

Angka itu turun tipis 0,10 persen dari periode sebelumnya.

Pemprov menargetkan dalam lima tahun ke depan, angka kemiskinan bisa ditekan hingga 5 persen.

“Harapannya 2026 sesuai target Pak Presiden sudah bisa kelar. Insyaallah Jawa Tengah kelar,” tandasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Rp400 Ribu #program kartu ngopeni #jateng