Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Luhut dan Mensos Puji Kopi Banyuwangi, Rencana Bangun Laboratorium Kopi di Gombengsari!

Ali Sodiqin • Jumat, 3 Oktober 2025 | 12:20 WIB
Bupati Ipuk memberikan sambutan di hadapan Luhut Binsar Pandjaitan dan Mensos Saifullah Yusuf, dan sejumlah perwakilan Lembaga Negara saat berdialog dengan warga penerima manfaat Bansos.
Bupati Ipuk memberikan sambutan di hadapan Luhut Binsar Pandjaitan dan Mensos Saifullah Yusuf, dan sejumlah perwakilan Lembaga Negara saat berdialog dengan warga penerima manfaat Bansos.

RADARBANYUWANGI.ID - Di sela meninjau progres piloting digitalisasi bansos nasional di Banyuwangi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Panjaitan, dan 20 perwakilan kementerian/lembaga

menyempatkan singgah ke Kampung Kopi Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Wilayah ini memang dikenal sebagai penghasil kopi robusta dan kopi lanang yang sudah tersertifikasi Indikasi Geografis (IG).

Ditemani Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gus Ipul dan Luhut duduk santai menikmati kopi robusta khas desa tersebut.

”Kopinya mantap,” celetuk Luhut saat menyeruput kopi lanang robusta Gombengsari.

Selain mencicipi kopi, mereka juga melihat proses pengolahan kopi yang masih dilakukan secara tradisional oleh petani setempat.

Mulai biji disangrai, lalu ditumbuk hingga diayak, menghasilkan bubuk kopi halus yang siap seduh.

Gus Ipul dan Luhut juga melihat produk-produk kopi Banyuwangi milik UMKM Banyuwangi yang turut dipamerkan.

Mereka tampak kagum dengan berbagai produk kopi Banyuwangi yang dikemas dengan apik. “Brandingnya sudah bagus,” timpal Gus Ipul.

Ditambahkan Luhut, Banyuwangi berpotensi besar dalam pengembangan kopi.

Oleh karena itu, pihaknya merencanakan melakukan riset sekaligus pembangunan laboratorium pengembangan kopi di daerah tersebut.

“Di sini ekosistemnya sudah terbentuk, ini yang sangat penting. Kita akan coba riset kopi disini, juga rencana membangun laboratorium (pengembangan kopi) di Banyuwangi,” ujarnya.

Bupati Ipuk menambahkan, Gombengsari merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di Banyuwangi. Desa ini memiliki luas kopi rakyat sekitar 600 hektare.

Ekosistem pertanian di kawasan ini juga terintegrasi dengan peternakan, sehingga lebih berkelanjutan.

“Dari hulu ke hilirnya sudah tertata. Dari peternakan, kotorannya diolah menjadi pupuk. Pupuk organiknya untuk menyuburkan tanaman kopi mereka,” kata Ipuk.

Ketua Gapoktan Gombengsari, Haryono, mengatakan potensi produksi kopi di desanya cukup besar.

Dari luasan kebun, produksi bisa mencapai 1-2 ton per hektare. Kopi disini diproduksi menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

“Dulu sebelum ada dukungan pemerintah, harga kopi kami hanya Rp 18 ribu – Rp 20 ribu. Sekarang harga kopi jauh lebih baik di Rp 70 ribu – Rp 80 ribu per kilogramnya,’’ kata Haryono. (cw5-Dalila Adinda/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#luhut binsar pandjaitan #Mensos Gus Ipul #Gombengsari #kopi