Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Analisis BMKG, Penyebab Gempa M 6,5 di Sumenep Jawa Timur

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 15:55 WIB
Gempa M 6,5 mengguncang Sumenep, Madura, Selasa (30/9/2025).
Gempa M 6,5 mengguncang Sumenep, Madura, Selasa (30/9/2025).

RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,5 mengguncang wilayah Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa (30/9/2025) malam pukul 23.49 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa berada di laut, sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep, dengan kedalaman 11 kilometer.

Meski getarannya cukup kuat, BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Getaran Terasa di Sejumlah Daerah

Getaran gempa tidak hanya dirasakan di Sumenep dan Madura, tetapi juga menjalar hingga wilayah Jawa Timur, Bali, dan Lombok.

Pulau Sapudi merasakan guncangan paling kuat dengan intensitas V-VI MMI, yang mengakibatkan kerusakan ringan.

Sumenep, Pamekasan, dan Surabaya mencatat skala intensitas III-IV MMI.

Denpasar, Gianyar, dan Tuban merasakan getaran setara skala III MMI.

Tabanan, Kuta, Buleleng, dan Banyuwangi mencatat intensitas II-III MMI.

Malang, Blitar, Lombok Utara, Kota Mataram, hingga Lombok Tengah mengalami getaran skala II MMI, dirasakan oleh sebagian orang di dalam rumah.

Korban dan Kerusakan Akibat Gempa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep melaporkan sedikitnya 22 bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Beberapa fasilitas umum seperti masjid, musala, dan puskesmas juga terdampak.

Selain itu, tiga orang dilaporkan terluka akibat terkena serpihan kaca bangunan.

Korban terdiri dari Faiz Iqbal (21), Sahraye (80), dan Moade (72), seluruhnya warga Kecamatan Gayam, Sumenep.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan empat rumah warga rusak parah dengan dinding roboh dan puing berserakan.

Penyebab Gempa Menurut BMKG

Menurut analisis BMKG, gempa M 6,5 di Sumenep disebabkan oleh aktivitas sesar aktif bawah laut.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

BMKG menduga gempa dipicu oleh pergerakan Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS).

Namun, data masih terus diperbarui seiring analisis lanjutan.

Gempa Susulan

Usai gempa utama, BMKG mencatat sedikitnya lima kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara M 2,7 hingga M 4,3.

Guncangan susulan ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu jam setelah gempa utama.

Imbauan BMKG dan Pemerintah

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak resmi.

Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke rumah.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan BNPB terus melakukan pendataan serta memberikan bantuan darurat bagi warga terdampak.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lombok #bali #Gempa #bmkg #sumenep #tsunami