Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemerintah Targetkan Reaktivasi 2.233 Km Jalur Kereta Api Nonaktif Hingga 2030, Kalisat-Panarukan Jadi Prioritas

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 1 Oktober 2025 | 23:55 WIB
Pemerintah siapkan reaktivasi jalur kereta nonaktif 2.233 km hingga 2030.
Pemerintah siapkan reaktivasi jalur kereta nonaktif 2.233 km hingga 2030.

RADARBANYUWANGI.ID - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mencatat masih ada ribuan kilometer jalur kereta api yang tidak beroperasi alias nonaktif.

Total panjang jalur tersebut mencapai 2.233 kilometer, jumlah yang menunjukkan besarnya potensi infrastruktur lama yang dapat dimanfaatkan kembali.

Menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, rencana menghidupkan jalur mati ini sudah tertuang dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) hingga tahun 2030.

Proyek reaktivasi tersebut akan mencakup jalur di Pulau Jawa hingga Sumatera.

“Dalam RIPNas sampai dengan 2030 sebenarnya kita punya beberapa proyek reaktivasi jalur nonaktif. Itu sudah menjadi bagian dari rencana jangka panjang,” jelas Arif dalam media briefing, Minggu (27/9/2025).

Fokus Reaktivasi Jalur Lama

Di Pulau Jawa, beberapa jalur yang menjadi prioritas antara lain:

- Sukabumi–Cianjur–Padalarang

- Cicalengka–Jatinangor–Tanjungsari

- Cirebon–Kadipaten

- Banjar–Cijulang

- Purwokerto–Wonosobo

- Semarang–Demak–Rembang

- Kedungjati–Ambarawa

- Jombang–Babat–Tuban

- Kalisat–Panarukan

- Madiun–Slahung

- Kamal–Sumenep

Jalur-jalur tersebut dinilai memiliki nilai strategis, baik untuk transportasi harian masyarakat, angkutan barang, maupun potensi wisata.

Kendala Anggaran

Meski cetak biru sudah disiapkan, realisasi proyek reaktivasi masih terganjal keterbatasan anggaran.

Pemerintah menegaskan pelaksanaan akan sangat bergantung pada alokasi dana di tahun-tahun mendatang.

“Memang saat ini kita terkendala anggaran. Jadi, apakah jalur akan direaktivasi atau tidak, semuanya tergantung kebijakan anggaran,” ungkap Arif.

Reaktivasi Jalur Rangkasbitung–Pandeglang

Selain proyek di Jawa dan Sumatera, Kemenhub juga sudah menyiapkan langkah konkret untuk reaktivasi jalur Rangkasbitung–Pandeglang di Banten.

Rencana ini merupakan kerja sama antara Kemenhub dan Pemerintah Provinsi Banten, dengan target dimulai pada 2026.

Direktur Jenderal Perkeretaapian DJKA, Allan Tandiono, menyebut tahap awal akan difokuskan pada perencanaan teknis dan penertiban lahan.

“Untuk tahun depan fokus pada perencanaannya, termasuk kemungkinan pembebasan lahan,” kata Allan.

Baca Juga: Pagar Rel Kereta Api Gunung Sahari Diperbaiki KAI, Cegah Warga Melintas Sembarangan

Kereta Api Khusus Petani dan Pedagang

Tak hanya jalur lama, Kemenhub juga tengah menyiapkan kereta api khusus untuk petani dan pedagang.

Sebanyak delapan kereta telah dirancang, dengan empat di antaranya sudah melalui tahap uji coba.

Layanan ini diharapkan dapat mempermudah distribusi hasil panen dan barang dagangan dengan biaya lebih efisien.

Harapan ke Depan

Reaktivasi jalur kereta nonaktif ini diharapkan membawa dampak positif bagi konektivitas antarwilayah, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Jika terwujud, jalur sepanjang ribuan kilometer itu akan menjadi salah satu tonggak penting modernisasi transportasi nasional, meski jalannya masih panjang dan penuh tantangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#reaktivasi #Kereta Api #Jalur