Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bikin Ngakak tapi Serius! Inovasi Banyuwangi 2025: Ada Bakso Kesat, Ngopi Pagi, hingga Mama Rio Berpisah untuk Sesama

Ali Sodiqin • Kamis, 25 September 2025 | 22:26 WIB

Bupati Ipuk Fiestiandani melihat inovasi nelayan Patoman berupa fishbank yang  menjadi rumah bagi ikan-ikan endemik.
Bupati Ipuk Fiestiandani melihat inovasi nelayan Patoman berupa fishbank yang menjadi rumah bagi ikan-ikan endemik.

RADARBANYUWANGI.ID – Kalau biasanya program pemerintah diberi nama formal dan kaku, lain cerita dengan Banyuwangi.

Daerah ujung timur Pulau Jawa ini kembali bikin heboh dengan meluncurkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Inovasi Daerah.

Aturan tersebut bukan sekadar dokumen hukum kering, melainkan wadah legal bagi ratusan inovasi lintas OPD.

Mulai dari urusan kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pelayanan publik.

Baca Juga: Cara Daftar dan Cek Bansos PKH dan BPNT September 2025 di Portal Perlinsos

Namun yang bikin masyarakat terpingkal, banyak inovasi justru diberi nama unik, lucu, bahkan mirip menu makanan.

Coba dengar ini: Bakso Kesat alias Bakti Sosial Kesehatan Masyarakat.

Atau Rujak Dulit (Rumah Kerja Duta Literasi) dan Tombo Waras (Teman Komunikasi Obat Minum with Audio Attraction and Attention System).

Belum lagi ada Janji Cinta, bukan drama sinetron, tapi singkatan dari jajanan kanji kaya vitamin, zinc, protein, dan antioksidan.

Namanya bikin lapar, tapi manfaatnya bikin sehat.

Baca Juga: Kondisi Fahmi Bo Memburuk, Melaney Ricardo Lunasi Biaya Kontrakan

Dari Warung Kopi sampai Status Medsos

Tak berhenti di situ. Ada juga inovasi yang terdengar kayak obrolan santai di warung kopi atau update status medsos:

Bayangkan, warga bisa dengan enteng bilang, “Aku tadi ikut Posting Dong, terus dicek Sipat Kuping, eh malah dapat layanan Pak Asmat.”

Baca Juga: 10 Bulan Baru Terkuak! Pelaku Asusila Siswi MI Kalibaru Masih Berumur 14 Tahun, Siapa Dia?

Inovasi Pendidikan hingga Lingkungan

Di sektor pendidikan dan lingkungan, kreativitasnya tak kalah gokil. Ada Jelita (Jelantah Jadi Berkah), Sekolah Asuh Sungai, hingga Sekolah Wisata Edukasi.

Bahkan ada program Pelicin Tuk Busule. Jangan salah, ini bukan deterjen, melainkan pemanfaatan limbah cuci tangan untuk budidaya sayur dan lele.

Ada juga PIL SAKTI (Pilah Sampah Wujudkan Kantor Tertata Asri). Dari namanya kayak pil ajaib yang bikin segar badan, tapi manfaatnya bikin kantor lebih rapi.

Di sektor kebersihan lingkungan, muncul program Gemar Melati (Gerakan Masyarakat Mengumpulkan Sampah Plastik). Sekilas mirip teh melati, tapi isinya ajakan hidup bersih dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Ceria di Hadapan Jaksa! Pelaku Asusila Siswi MI Kalibaru Ternyata Masih di Bawah Umur

Judul Lagu hingga Nama Warung

Tak sedikit pula inovasi yang namanya terdengar seperti judul lagu galau atau menu warung. Sebut saja:

Branding Segar, Bikin Dekat ke Warga

Pengamat politik dan pemerintahan Banyuwangi Sy Mahmud mengatakan, pemberian nama unik tersebut tentu bukan sekadar lucu-lucuan.

“Kalau namanya gampang diingat, masyarakat lebih mudah ikut terlibat. Jadi bukan hanya tahu, tapi juga merasa dekat dan mau berpartisipasi,” ujarnya.

Baca Juga: Leonardo DiCaprio dan Film One Battle After Another, Masihkah Jadi Magnet Box Office?

Dengan branding segar ini, pelayanan publik terasa ringan, tidak kaku, bahkan bisa jadi bahan obrolan seru di warung kopi.

Warga pun tak segan menjadikan program pemerintah sebagai cerita sehari-hari.

Inovasi ala Banyuwangi bukan hanya serius dan bermanfaat, tapi juga bikin warganya senyum-senyum.

Layanan publik jadi terasa seperti menu makanan: enak, mudah diingat, dan bikin nagih. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#unik #inovasi #banyuwangi #Perbup