RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali unjuk kreativitas dengan meluncurkan Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2025 tentang Inovasi Daerah.
Regulasi ini menjadi payung hukum bagi ratusan program inovasi lintas OPD, mulai dari urusan kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pelayanan publik.
Baca Juga: 10 Bulan Baru Terkuak! Pelaku Asusila Siswi MI Kalibaru Masih Berumur 14 Tahun, Siapa Dia?
Yang bikin heboh, banyak inovasi justru punya nama unik, lucu, bahkan mirip menu makanan. Dari Bakso Kesat (Bakti Sosial Kesehatan Masyarakat), Rujak Dulit (Rumah Kerja Duta Literasi), Tombo Waras (Teman Komunikasi Obat Minum), sampai Janji Cinta (jajanan kanji kaya vitamin).
Namanya bikin lapar, tapi manfaatnya bikin sehat.
Tak kalah gokil, ada inovasi bernuansa “warung kopi” hingga “pesan status medsos”:
-
Ngopi Pagi → Ngobrol Happy Kebijakan Pemerintah dan Regulasi.
-
Posting Dong → Pos Stop Stunting bersama Odong-odong.
-
Sipat Kuping → Staf Siap Pantau Kegiatan untuk Peduli Stunting.
-
Pak Asmat → Pelayanan Kecamatan Antar Sampai Alamat.
Baca Juga: Ceria di Hadapan Jaksa! Pelaku Asusila Siswi MI Kalibaru Ternyata Masih di Bawah Umur
Di sektor pendidikan, program inovasi juga dikemas jenaka. Ada Jelita (Jelantah Jadi Berkah), Sekolah Asuh Sungai, hingga Sekolah Wisata Edukasi.
Bahkan ada program Pelicin Tuk Busule, bukan nama deterjen, melainkan pemanfaatan limbah cuci tangan untuk budidaya sayur dan lele.
Kreativitas dalam menamai inovasi adalah strategi untuk membumikan program ke masyarakat.
“Kalau namanya gampang diingat, masyarakat lebih mudah ikut terlibat. Jadi bukan sekadar formalitas, tapi jadi gerakan bersama,” ujar, RB Saksono, warga Rogojampi.
Baca Juga: Ngakak tapi Serius! Deretan Inovasi Unik Banyuwangi Bikin Warga Senyum
Dengan branding yang nyeleneh tapi penuh makna, Banyuwangi berhasil menjadikan inovasi sebagai “menu spesial”. Warganya pun bisa dengan enteng bilang,
“Tadi ikut Posting Dong, lalu dicek Sipat Kuping, terus dapat layanan Pak Asmat, pulangnya bawa Bakso Kesat.”
Inovasi ala Banyuwangi bukan hanya serius dan bermanfaat, tapi juga bikin warga senyum-senyum.
Pelayanan publik jadi terasa seperti menu warung: enak, mudah diingat, dan bikin nagih. (*)
Editor : Ali Sodiqin