Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pidato Perdana Prabowo di PBB Tekankan Solusi Dua Negara Palestina-Israel

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 24 September 2025 | 15:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto kembali ke podium PBB.
Presiden Prabowo Subianto kembali ke podium PBB.

RADARBANYUWANGI.ID - Aula Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi saksi kembalinya Indonesia di panggung diplomasi dunia.

Pada Selasa, 23 September 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir menyampaikan pidato perdananya di Sidang Majelis Umum ke-80.

Kehadiran ini menandai babak baru diplomasi Indonesia setelah satu dekade absen dalam bentuk kehadiran langsung presiden di forum bergengsi tersebut.

Prabowo mendapat kehormatan berbicara pada sesi pertama Debat Umum dengan posisi urutan ketiga, tepat setelah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Posisi ini menjadi salah satu capaian diplomatik penting, menempatkan Indonesia sejajar dengan dua kekuatan besar dunia.

Pidato Berjudul Seruan Indonesia untuk Harapan

Dalam pidato berdurasi 19 menit, Presiden Prabowo mengangkat tema persaudaraan universal, kesetaraan, serta pentingnya solidaritas kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa meski bangsa-bangsa berbeda dalam ras, agama, dan kebangsaan, seluruh umat manusia tetaplah satu keluarga besar.

Prabowo menyinggung pengalaman panjang Indonesia yang pernah dijajah selama berabad-abad, untuk menegaskan komitmen bangsa terhadap nilai keadilan, kemerdekaan, dan kesetaraan.

Ia juga menekankan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memainkan peran penting dalam mendukung perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan dan pembangunan.

Komitmen pada Perdamaian Palestina

Isu Palestina menjadi sorotan utama.

Prabowo menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap Solusi Dua Negara sebagai jalan satu-satunya untuk mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah.

Ia mengutuk kekerasan di Gaza dan menyerukan dunia agar segera mengakui kedaulatan Palestina.

Dalam forum lain, Konferensi Tingkat Tinggi Internasional untuk Perdamaian Palestina, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap mengakui Israel segera setelah Palestina diakui sebagai negara berdaulat.

Indonesia juga menyatakan kesediaannya mengirimkan pasukan penjaga perdamaian jika diperlukan.

Tantangan Global: Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan

Selain isu Palestina, Prabowo mengangkat masalah perubahan iklim dan ketahanan pangan.

Ia menyampaikan kondisi nyata kenaikan permukaan laut di Indonesia, khususnya Jakarta, yang memaksa pemerintah membangun tembok laut raksasa sepanjang 480 kilometer.

Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras dan berkomitmen menjadi lumbung pangan dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam pidatonya, ia menekankan transisi menuju energi terbarukan dan target emisi nol bersih sebelum 2060.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#indonesia #palestina #presiden prabowo subianto #pbb