Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Istana ke California, Begini Kisah Hidup Yurike Sanger Istri ke-7 Soekarno

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 21 September 2025 | 18:55 WIB
Yurike Sanger, istri ke-7 Presiden Soekarno, wafat di AS pada usia 81 tahun.
Yurike Sanger, istri ke-7 Presiden Soekarno, wafat di AS pada usia 81 tahun.

RADARBANYUWANGI.ID - Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Istri ketujuh Bung Karno, Yurike Sanger, meninggal dunia pada Rabu (17/9/2025) di San Gorgonio Memorial Hospital, California, Amerika Serikat, setelah berjuang melawan kanker payudara.

Ia tutup usia pada umur 81 tahun.

Putranya, Yudhi Sanger, menyampaikan kabar duka tersebut melalui akun Instagram pribadinya dengan pesan penuh haru.

Menurut keterangan keluarga, jenazah masih berada di California karena menunggu proses administrasi termasuk penerbitan death certificate.

Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan dipulangkan ke Indonesia.

Rencana Pemakaman di Jakarta

Yudhi menyampaikan bahwa jenazah ibunya akan diterbangkan ke Indonesia untuk kemudian disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto.

Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Kementerian Luar Negeri RI juga memastikan dukungan penuh dalam proses pemulangan jenazah.

KJRI Los Angeles telah berkoordinasi dengan pihak keluarga serta otoritas setempat, termasuk pihak mortuary yang menangani pemulasaraan.

Saat ini, dokumen akta kematian masih diproses sebagai syarat pemulangan.

Kehidupan Awal dan Pertemuan dengan Soekarno

Yurike Sanger lahir di Poso, Sulawesi Tengah, pada 22 Mei 1945.

Ia berasal dari keluarga berdarah campuran Jerman–Manado.

Sejak muda, Yurike dikenal sebagai sosok cerdas, berparas cantik, dan aktif dalam organisasi Barisan Bhinneka Tunggal Ika, sebuah kelompok yang bertugas menyambut tamu internasional pada acara kenegaraan.

Pertemuan pertamanya dengan Presiden Soekarno terjadi pada 1963 ketika ia masih duduk di bangku SMA.

Dalam salah satu acara resmi, Bung Karno duduk di sampingnya dan memulai percakapan.

Dari sanalah interaksi keduanya semakin dekat hingga akhirnya mereka menikah pada 6 Agustus 1964.

Menjadi Istri ke-7 Bung Karno

Saat menikah, Yurike baru berusia 19 tahun, sementara Bung Karno berumur 63 tahun.

Pernikahan ini menjadikannya istri ke-7 Presiden Soekarno.

Berbeda dengan istri-istri lain, Yurike memilih tampil sederhana dan lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial ketimbang berada di panggung politik.

Namun, pernikahan mereka hanya bertahan selama empat tahun.

Pada 1968, di tengah situasi politik yang penuh gejolak pasca peristiwa G30S/PKI, keduanya resmi bercerai secara baik-baik.

Kehidupan Setelah Bercerai

Usai bercerai, Yurike memutuskan melanjutkan hidup di luar lingkaran istana.

Ia menikah kembali, pindah ke Amerika Serikat, dan menetap di sana bersama keluarga barunya.

Pada masa itu, ia juga kembali memeluk agama Kristen, keyakinan yang dianutnya sebelum menikah dengan Soekarno.

Di California, Yurike menjalani kehidupan sederhana bersama anak dan cucunya.

Meski jauh dari Indonesia, ia tetap menjaga ikatan emosional dengan tanah air.

Sesekali namanya kembali disebut dalam wawancara sejarah atau kisah keluarga besar Bung Karno.

Warisan Kenangan

Meski pernikahannya dengan Bung Karno hanya berlangsung singkat, nama Yurike Sanger tetap tercatat dalam sejarah keluarga sang Proklamator.

Ia dikenang sebagai sosok sederhana yang sejak muda aktif dalam organisasi sosial dan memiliki kedekatan emosional dengan rakyat.

Kini, kepergian Yurike menambah catatan perjalanan panjang keluarga besar Presiden Soekarno.

Pemakamannya di Tanah Kusir akan menjadi momen penghormatan terakhir bagi sosok yang pernah menjadi bagian dari sejarah bangsa.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#presiden soekarno #tanah kusir #yurike sanger #amerika serikat