Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Anggaran Tambahan IKN Rp14,92 Triliun Ditolak DPR! Basuki Ingatkan Target Pembangunan Bisa Molor

Ali Sodiqin • Selasa, 16 September 2025 | 01:55 WIB

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mendapat sorotan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono angkat bicara usai permintaan tambahan anggaran Rp14,92 triliun untuk tahun 2026 ditolak Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Basuki menegaskan, penolakan ini berpotensi menghambat progres pembangunan IKN tahap kedua, yang fokus pada kawasan legislatif, yudikatif, dan infrastruktur pendukung.

Baca Juga: Prabowo Gelontorkan Rp16,23 Triliun! Ini Daftar 8 Stimulus Ekonomi untuk Dongkrak Pertumbuhan 2025

“Ya, pasti akan mempengaruhi. Bisa mundur lagi,” kata Basuki di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/9).

Tahap kedua pembangunan IKN menjadi kunci untuk mewujudkan target Presiden Prabowo Subianto menjadikan Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.

Ekosistem legislatif dan yudikatif ditargetkan rampung pada tahun yang sama.

Rincian Anggaran yang Ditolak

Basuki menjelaskan, tambahan anggaran Rp14,92 triliun sejatinya bagian dari kerangka Rp48,8 triliun untuk menyelesaikan pembangunan IKN selama tiga tahun ke depan.

Namun, dengan penolakan ini, pagu anggaran 2026 tetap Rp6,26 triliun.

Baca Juga: CPNS 2026 Segera Dibuka! Cek Syarat, Dokumen, dan Cara Daftar Online di SSCASN BKN

Berikut rencana penggunaan dana tambahan yang gagal disetujui:

  1. Pembangunan Lanjutan – Rp4,73 triliun
    Gedung dan kawasan DPR, DPD, MPR, MA, MK, KY, hingga Plaza Keadilan.

  2. Pembangunan Baru – Rp9,59 triliun
    Rumah tapak dan hunian vertikal legislatif, yudikatif, ASN, peningkatan jalan, SPAM, dan infrastruktur pendukung.

  3. Pengelolaan – Rp600 miliar
    Operasional Istana Negara, Kantor Presiden, sanitasi, air minum, dan ruang terbuka hijau.

Target Bisa Molor

Dengan pagu anggaran 2026 hanya Rp6,26 triliun, Basuki khawatir penyelesaian proyek krusial akan tertunda. “Kami masih mohon dukungan agar ada potensi tambahan anggaran di tahun berjalan,” ujarnya.

Meski permohonan tambahan dana kandas, pemerintah tetap berkomitmen menuntaskan pembangunan sesuai target.

Namun, risiko keterlambatan kini menjadi tantangan baru dalam perjalanan Nusantara menuju status ibu kota politik pada 2028. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#basuki hadimuljono #Otorita IKN #anggaran ikn ditolak dpr