RADARBANYUWANGI.ID – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya baca dan meningkatkan literasi masyarakat.
Melalui sinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota, program Bantuan Bahan Bacaan Bermutu terus dilanjutkan.
Setelah sukses berjalan pada 2024–2025, program ini diproyeksikan berlanjut pada 2026.
Program ini lahir dari kesadaran bahwa literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga membangun daya pikir kritis, kecakapan hidup, serta memberi akses setara pada sumber bacaan bermutu.
Kehadiran buku-buku tersebut di perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat (TBM), hingga rumah ibadah menjadi jembatan penting bagi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang ingin memperluas wawasan.
Keterlibatan langsung Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota menjadi kunci keberhasilan program ini.
Mereka diminta mengajukan usulan minimal 25 lembaga, mulai dari perpustakaan desa, TBM, hingga rumah ibadah, sebagai calon penerima.
Dengan begitu, bantuan buku tidak hanya berpusat di kota, tetapi juga menjangkau pelosok.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana negara hadir untuk mendukung masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan informal.
Banyak kisah inspiratif lahir dari perpustakaan desa dan TBM, ketika anak-anak menemukan bacaan baru yang memicu semangat belajar.
Kehadiran buku yang tepat mampu mengubah ruang sunyi menjadi tempat penuh harapan. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin