RADARBANYUWANGI.ID - Kesunyian menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan.
Pagar terkunci rapat, pintu tertutup, seolah menandai duka mendalam yang tengah dirasakan keluarga pemilik rumah.
Putri mereka, Tiara Angelina Saraswati (25), teridentifikasi sebagai korban mutilasi di jurang kawasan Pacet, Mojokerto.
Tiara dikenal warga sebagai anak yang jarang pulang sejak melanjutkan kuliah dan bekerja di Surabaya.
Namun, keberadaan gerobak sempol di depan rumah menjadi saksi aktivitas orang tuanya yang sehari-hari berjualan di sekitar Masjid Agung Lamongan.
Kini, suasana rumah itu hening, kontras dengan biasanya.
Kepala Desa Made, Eko Widianto, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu informasi resmi dari kepolisian terkait tragedi tersebut.
“Kami baru menerima informasi awal. Petugas semalam datang untuk mencocokkan identitas orang tua korban,” ujarnya.
Ketua RT setempat, Sukirno, juga menuturkan bahwa rumah keluarga korban tampak lengang sejak pagi.
Ia menambahkan, meski tidak mengenal dekat sosok Tiara, ia menggambarkan kedua orang tua korban sebagai pribadi ramah dan aktif dalam kegiatan warga.
“Keluarga mereka selalu hadir di setiap acara desa, termasuk perayaan HUT RI kemarin,” ungkapnya.
Kabar duka ini mengguncang warga Desa Made yang selama ini hidup dalam suasana penuh keakraban.
Tragedi mutilasi tersebut bukan hanya merenggut nyawa seorang anak muda, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan komunitas kecil yang terbiasa saling menguatkan.
Hingga kini, warga masih menanti kabar pasti dari pihak berwenang, sembari berdoa agar keluarga diberi ketabahan menghadapi cobaan besar ini.
Editor : Lugas Rumpakaadi