RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan reshuffle kabinet Merah Putih dengan menghadirkan wajah-wajah baru untuk memperkuat kinerja pemerintahan.
Salah satu keputusan penting dalam perombakan ini adalah pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, sebuah lembaga baru yang diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia.
Tokoh yang dipercaya untuk memimpin kementerian ini adalah Mochamad Irfan Yusuf, mantan Kepala Badan Penyelenggara Haji.
Ia kini tercatat sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Indonesia.
Kehadirannya disambut penuh harapan oleh publik, mengingat banyaknya isu terkait pelayanan dan manajemen haji beberapa tahun terakhir.
Selain kiprahnya di dunia pemerintahan, Mochamad Irfan Yusuf juga menarik perhatian publik melalui laporan harta kekayaan yang ia sampaikan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), ia tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp16,2 miliar tanpa beban utang.
Aset terbesar yang dimilikinya berupa tanah dan bangunan senilai Rp13,26 miliar, tersebar di Jawa Timur.
Salah satunya adalah tanah warisan seluas 9.000 meter persegi di Kabupaten Jombang dengan nilai Rp4,5 miliar.
Di luar aset properti, ia juga melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp2,4 miliar.
Sementara itu, koleksi kendaraannya terbilang sederhana dengan nilai total Rp505 juta, terdiri dari satu unit Mitsubishi Pajero Sport tahun 2021 serta dua motor, Honda Vario 2010 dan Yamaha Mio 2008.
Reshuffle ini menandai langkah baru Presiden Prabowo dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
Kehadiran Kementerian Haji dan Umrah sekaligus membuka babak baru dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia di tanah suci.
Editor : Lugas Rumpakaadi