RADARBANYUWANGI.ID - Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi impian banyak masyarakat Indonesia.
Kabar baik datang dari Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, yang mengisyaratkan bahwa pendaftaran CPNS 2025 kemungkinan besar akan kembali dibuka.
Namun, pengumuman resmi baru akan disampaikan setelah seluruh proses seleksi CPNS 2024 rampung. Karena itu, masyarakat yang berminat diimbau untuk mempersiapkan diri sejak dini.
Wajib Punya Akun SSCASN
Langkah pertama untuk mengikuti seleksi CPNS 2025 adalah membuat akun di portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN). Akun ini menjadi kunci utama untuk mendaftar hingga memantau tahapan seleksi.
Cara membuat akun SSCASN:
- Akses situs resmi https://sscasn.bkn.go.id
- Klik menu “Daftar” untuk memulai registrasi
- Isi data diri lengkap: NIK, KK, email aktif, dan nomor telepon
- Pastikan data benar, lalu klik “Lanjutkan”
- Pilih opsi “Proses Pendaftaran Akun”
- Login dengan email dan kata sandi yang sudah dibuat untuk memantau pembukaan pendaftaran CPNS
Syarat Daftar CPNS 2025
Bagi calon pelamar, berikut syarat umum yang harus dipenuhi:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun (bisa berbeda tergantung formasi)
- Tidak pernah dihukum pidana penjara ≥ 2 tahun
- Tidak pernah diberhentikan tidak hormat sebagai PNS, TNI/Polri, atau pegawai swasta
- Tidak sedang menjabat sebagai CPNS/PNS/TNI/Polri/siswa sekolah kedinasan
- Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik
- Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai formasi
- Sehat jasmani dan rohani
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI
Tips Agar Lolos Seleksi
- Siapkan dokumen sejak awal agar tidak terkendala teknis saat mendaftar
- Isi data sesuai dokumen resmi untuk menghindari diskualifikasi
- Pantau pengumuman resmi melalui SSCASN, BKN, atau KemenPAN-RB agar tidak terjebak informasi palsu
Dengan persiapan matang dan strategi yang tepat, peluang lolos CPNS 2025 bisa semakin besar.
Pemerintah berharap seleksi tahun ini mampu menjaring talenta terbaik bangsa untuk memperkuat birokrasi modern Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin