Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fakta Lengkap Upaya Penjarahan Rumah Puan Maharani yang Gagal

Lugas Rumpakaadi • Senin, 1 September 2025 | 23:01 WIB
Rumah Puan Maharani nyaris menjadi sasaran penjarahan.
Rumah Puan Maharani nyaris menjadi sasaran penjarahan.

RADARBANYUWANGI.ID - Gelombang unjuk rasa di Jakarta semakin tidak terkendali hingga mencapai puncaknya pada Minggu (31/8/2025) dini hari. 

Setelah serangkaian penjarahan dan perusakan rumah pejabat serta anggota DPR, kediaman Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sasaran berikutnya.

Namun, berbeda dengan sejumlah kasus sebelumnya, upaya massa untuk menjarah rumah Puan berhasil digagalkan aparat keamanan.

Sekitar pukul 04.00 WIB, massa berkerumun di depan rumah Puan Maharani di Jakarta. 

Rekaman video yang beredar luas di media sosial, termasuk akun X @NenkMonica, menunjukkan kerumunan tersebut berteriak-teriak meminta Puan keluar. 

Seruan seperti “Woi Puan keluar!” terdengar berkali-kali, disertai upaya massa menjebol pagar rumah.

Bahkan, massa tampak melakukan koordinasi dengan komando serentak untuk merobohkan gerbang. 

Namun, pagar yang kokoh dan persiapan pengamanan yang matang membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Aparat gabungan TNI-Polri dengan sigap mengamankan lokasi. 

Massa yang berusaha menjebol pagar berhasil dipukul mundur sebelum masuk ke dalam rumah. 

Tidak seperti beberapa pejabat lain yang rumahnya dijarah, kediaman Puan telah dipersiapkan dengan pengamanan ketat sehingga tidak dapat ditembus.

Akun @NenkMonica mengonfirmasi bahwa penjarahan gagal terjadi karena massa langsung dibubarkan aparat. 

Keberhasilan ini menjadi sorotan di tengah banyaknya rumah pejabat lain yang tidak luput dari amukan massa.

Sebelum mendatangi rumah Puan, massa telah menggeruduk rumah sejumlah pejabat dan anggota DPR lain. 

Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok menjadi salah satu yang paling parah, dengan kerusakan empat mobil mewah miliknya. 

Rumah Uya Kuya di Duren Sawit, Eko Patrio di Kuningan, hingga Nafa Urbach di Bintaro juga dilaporkan dijarah. 

Bahkan, rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro ikut menjadi sasaran.

Gelombang amarah publik ini dipicu isu kenaikan gaji DPR RI, diperparah oleh insiden meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025. 

Tragedi itu memicu kemarahan luas hingga aksi unjuk rasa sulit dikendalikan.

Menariknya, terdapat dugaan adanya pihak tertentu yang mengarahkan massa menuju rumah Puan Maharani. 

Sebuah video di TikTok memperlihatkan seorang pria yang menanyai rombongan massa dan menemukan bukti berupa chat dari grup WhatsApp yang menginstruksikan target. 

Hal ini memunculkan spekulasi bahwa beberapa aksi penjarahan telah terorganisir.

Menanggapi situasi yang memanas, Puan akhirnya muncul ke publik. 

Ia menyampaikan permohonan maaf atas kinerja legislatif yang dinilai belum maksimal. 

Puan juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Affan Kurniawan, korban jiwa dalam aksi demonstrasi.

Sementara itu, beberapa anggota DPR yang menjadi sasaran amukan massa, seperti Ahmad Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio, dilaporkan dinonaktifkan oleh partai mereka masing-masing.

Kerusuhan yang meluas hingga Surabaya dan NTB membuat aparat memberlakukan pengawasan ketat di berbagai daerah. 

Sejumlah sekolah dan kampus di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya memilih kembali ke sistem pembelajaran daring.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#puan maharani #jakarta #Rumah #penjarahan #aparat