RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik datang bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ketiga untuk periode Juli–September 2025 kini resmi berjalan di sejumlah wilayah Indonesia.
Bansos ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu masyarakat miskin dan rentan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Baca Juga: Cek Sendiri NIK KTP Kamu Terdaftar Bansos 2025? Begini Cara Mudah Lewat HP Tanpa Ribet!
Sejak akhir Agustus, laporan pencairan sudah masuk dari berbagai daerah, baik melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun layanan bank penyalur.
Kemensos menegaskan, penyaluran bansos PKH tahap 3 ini dipantau ketat agar tepat sasaran.
Hal ini dilakukan agar bantuan benar-benar digunakan sebagaimana mestinya, bukan untuk kebutuhan konsumtif yang dilarang.
“Bansos bukan untuk gaya hidup, tetapi untuk meringankan beban hidup,” tegas pejabat Kemensos dalam keterangan resminya.
Isu Penyalahgunaan Jadi Sorotan
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan isu penyalahgunaan bansos. Pemerintah menemukan beberapa penerima justru menggunakan dana bantuan untuk keperluan yang tidak relevan, mulai dari membeli barang mewah hingga aktivitas konsumtif lainnya.
Baca Juga: Cara Daftar Penerima Bansos Atensi YAPI Bulan September, Cek Syarat dan Panduan Lengkapnya di Sini!
Menyikapi hal ini, Kemensos kembali mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami tujuan utama dari penyaluran PKH agar manfaatnya tepat guna.
5 Tujuan Utama Bansos PKH
Mengutip laman resmi kemensos.go.id, berikut lima tujuan utama pemberian bansos PKH tahap 3 tahun 2025:
-
Meningkatkan Taraf Hidup
PKH bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan rentan. Dengan dana bantuan, KPM diharapkan mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Pendamping PKH berperan vital dalam memastikan penerima memanfaatkan bantuan secara produktif. -
Mengurangi Beban Pengeluaran dan Meningkatkan Pendapatan
Di tengah tingginya biaya hidup, bansos PKH diharapkan meringankan pengeluaran harian, terutama untuk kebutuhan pokok. Bantuan ini bisa menjadi bantalan ekonomi keluarga agar pendapatan mereka lebih terjaga. -
Menciptakan Kemandirian
Pemerintah menekankan, bansos bukan untuk membuat masyarakat bergantung. KPM didorong agar tumbuh lebih mandiri secara ekonomi, dengan pola pikir produktif demi memperbaiki taraf hidup jangka panjang. -
Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan
Bansos PKH juga diharapkan menjadi jalan keluar dari jeratan kemiskinan yang membelenggu sebagian masyarakat. Tujuannya agar kesenjangan sosial-ekonomi di Indonesia dapat ditekan secara bertahap. -
Mengenalkan Produk dan Jasa Keuangan Formal
Melalui pencairan PKH, masyarakat diajak lebih akrab dengan produk perbankan dan layanan keuangan formal. Hal ini penting agar KPM terbiasa mengelola dana secara modern, aman, dan transparan.
Harapan Pemerintah
Kemensos berharap, dengan lima tujuan utama tersebut, bansos PKH tahap 3 benar-benar membantu masyarakat miskin dan rentan keluar dari lingkaran kemiskinan.
“Kami ingin bantuan ini tidak hanya meringankan, tetapi juga memberdayakan,” ungkap Kemensos.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan dana bansos, serta terus melakukan pengecekan saldo secara berkala melalui KKS maupun mobile banking, sehingga pencairan bisa lebih efisien tanpa menimbulkan antrean panjang di bank penyalur.
Dengan pencairan yang sudah berlangsung bertahap sejak akhir Agustus, diharapkan seluruh KPM segera mendapatkan haknya secara merata. (*)
Editor : Ali Sodiqin