RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah maraknya unjuk rasa yang berujung kerusuhan, perusakan aset, hingga penjarahan di sejumlah daerah beberapa hari belakangan, Oasis ketenangan muncul dari ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi.
Lintas elemen di kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini satu tekad untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Di sejumlah platform media sosial (medsos) seperti Facebook dan Instagram (IG), ajakan untuk menjaga situasi kondusif Banyuwangi disuarakan lintas elemen masyarakat.
Pun demikian dengan aplikasi WhatsApp, warga ramai-ramai mengunggah meme bertulisan “Bersama Jaga Banyuwangi” lengkap dengan gambar warga lintas agama dan profesi.
Tidak hanya kalangan umum, seruan untuk menjaga situasi Banyuwangi tetap aman dan damai juga disuarakan sejumlah tokoh.
Salah satunya disuarakan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH Masykur Ali.
Melalui rekaman video berdurasi 1 menit 50 detik yang diterima wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi Sabtu (30/8) malam, Kiai Masykur mengimbau seluruh ketua Majelis Wilayah Cabang (MWC) NU se-Banyuwangi untuk membacakan tahlil kepada korban meninggal dunia pada unjuk rasa di Jakarta beberapa hari lalu.
“Yang kedua membacakan istighotsah, minta pertolongan kepada Allah agar Banyuwangi dalam keadaan selamat, dalam damai, dalam keadaan tenteram dan sejahtera,” ujarnya.
Selain kepada ketua MWC NU se-Banyuwangi, Kiai Masykur meminta seluruh pengurus MWC agar mengimbau kepada ranting-ranting dan warga NU se-Banyuwangi melakukan istighotsah untuk keselamatan dan kedamaian Banyuwangi.
“Mulai bakda Magrib melakukan istighotsah untuk keselamatan dan kedamaian Banyuwangi,” imbaunya.
Sementara itu, ajakan untuk menjaga Bumi Blambangan tetap kondusif juga datang dari Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra.
Ia mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan damai. Selain itu masyarakat diminta untuk menghindari adanya aksi provokasi yang dapat memecah belah.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Banyuwangi untuk cinta terhadap wilayahnya dengan tetap menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Rama menyebut, sinergi antaranya Polri dengan masyarakat sangat penting demi menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan kondusivitas wilayah.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga dan mewujudkan lingkungan yang damai dan harmonis,” ajaknya.
Rama berpesan bahwa penyampaian aspirasi memang diperbolehkan. Tetapi tetap sesuai aturan, tidak anarkis, dan tidak melakukan provokasi. “Mari jaga Banyuwangi tetap aman, nyaman, dan damai,” pintanya. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin