RADARBANYUWANGI.ID - Rencana pembukaan kembali jalur Gumitir pada pekan pertama September disambut gembira para sopir angkutan logistik.
Penutupan jalur utama yang menghubungkan Jember-Banyuwangi sejak 24 Juli lalu dinilai cukup membebani biaya operasional para sopir.
Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) Slamet Barokah mengatakan, bahwa selama penutupan jalur ini berlangsung para sopir telah merasakan banyak kerugian.
Baik dari segi materi maupun waktu yang harus terbuang selama pengiriman logistik.
Akibat jalur Gumitir ditutup, para sopir menurutnya terpaksa memutar melalui jalur pantai utara (pantura) atau melalui Situbondo yang jarak tempuhnya jauh lebih panjang.
“Sejak jalur ditutup, kami para sopir truk sangat kesulitan dan rugi. Biaya operasional jauh lebih besar dan waktu tempuh lebih lama," kata Slamet.
Jarak yang lebih jauh mengharuskan para sopir mengeluarkan biaya tambahan bahan bakar rata-rata Rp 150.000 untuk sekali jalan. Ditambah dengan waktu tempuh bertambah hingga dua jam.
Kerugian ini tidak hanya dirasakan oleh sopir, tetapi juga pemilik barang. Karena sopir harus menaikkan biaya pengiriman untuk menutupi pengeluaran ekstra. Hal tersebut secara tidak langsung ikut mempengaruhi harga bahan-bahan yang dibawa.
“Biasanya kalau dari Banyuwangi wilayah selatan menuju Surabaya, ongkos untuk sopir sekitar Rp 800.000. Tapi karena memutar, harus menambah biaya solar,” jelas Slamet.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur Jalur Gumitir akan dibuka lebih awal. Menurut dia, jalur ini sangat dinanti masyarakat karena menjadi urat nadi pergerakan ekonomi kedua wilayah.
Pemkab terus menjalin komunikasi dengan BBPJN Jatim-Bali. Dengan harapan, pengerjaan Jalur Gumitir bisa dipercepat agar segera difungsikan untuk kepentingan masyarakat.
“Semoga dengan dibukanya Jalur Gumitir lebih awal mobilitas warga di dua wilayah kembali lancar,” kata Ipuk.
Seperti diberitakan kemarin, kabar baik datang dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.
Kepala BBPJN, Javid Hurriyanto, mengatakan bahwa perbaikan yang semula ditargetkan selesai pada 24 September 2025, kini dipercepat.
“Di lapangan kami sudah melakukan percepatan, sehingga target kami nanti, maksimal di minggu pertama bulan September itu sudah bisa kami buka open traffic,” tegas Javid. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin