RADARBANYUWANGI.ID - Kericuhan telah terjadi, tidak ada yang menginginkan situasi ini, tetapi karena pendemo sudah mulai ricuh, aparat keamanan pun bertindak.
Sejak siang ini, update terbaru massa yang berkumpul sudah mencapai ratusan orang, mereka berasal dari berbagai daerah yang datang satu per satu di depan Gedung DPR RI.
Pendemo yang hadir ini juga tidak di inisiasi dan tidak diakomodir oleh organisasi-organisasi besar, namun mereka datang secara individual dan menyatu karena aspirasi yang sama yakni kekecewaan terhadap pemerintah tentang gaji serta tunjangan DPR yang tidak masuk akal.
Aparat keamanan dikerahkan seluruhnya mulai dari Polri, Brimob dan TNI untuk mencoba membubarkan para pengunjuk rasa dari depan Gedung DPR RI.
Aksi pukul mundur dilakukan oleh aparat keamanan, awalnya Polda sudah menghimbau pengunjuk rasa untuk membubarkan diri, bahkan sempat ada baku hantam dari aparat pengamanan dengan rakyat.
Sejumlah kejadian baik dari pengunjuk rasa dan aparat ini juga sempat ada perlawanan dan dilakukan penyemprotan water canon, selain itu ada juga aksi adanya pelemparan barang, batu dan botol minum.
Jalan Gatot Subroto sudah ditutup karena tadi terjadi aksi pukul di jalur tol dalam kota tepat berseberangan dengan gedung DPR, kejadian ini membuat jalan tol sedikit menimbulkan kemacetan.
Tetapi, kini tol sudah berjalan dengan lancar, pendemo diarahkan menuju ke Jalan Subroto. Aspirasi yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa sama, yaitu tuntutan agar tunjangan dan gaji DPR RI tidak berada di angka yang tidak masuk akal.
Baca Juga: 7 Penyebab Bansos PKH dan BPNT Tidak Lagi Cair di Tahap 3 Agustus 2025, KPM Wajib Tahu!
Sehingga diharapkan DPR RI ini dibubarkan, gaji 50 juta per bulan juga minta diganti ke nominal yang lebih masuk akal. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Lugas Rumpakaadi