RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi dengan magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Bekasi pada Rabu (20/8) malam berdampak pada operasional kereta api di Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghentikan sementara perjalanan sejumlah kereta demi memastikan keselamatan penumpang.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa keputusan penghentian dilakukan segera setelah informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diterima.
Selain itu, guncangan juga dirasakan langsung di beberapa stasiun yang masuk wilayah Daop 2 Bandung.
“Penghentian sementara dilakukan agar jalur dipastikan aman sebelum kereta kembali beroperasi,” ujar Kuswardojo.
Daftar Kereta Api yang Sempat Dihentikan Akibat Gempa
Sejumlah perjalanan kereta di wilayah Daop 2 Bandung terhenti akibat gempa Bekasi, di antaranya:
- KA 134 (Parahyangan) di Stasiun Purwakarta
- KA 300 (Cikuray) di Stasiun Sasaksaat
- KA 139 (Parahyangan) di Stasiun Sasaksaat
- KA 345 (Siliwangi) di Stasiun Cianjur
Selain itu, guncangan juga dirasakan di jalur antara Stasiun Cibungur hingga Maswati, serta lintas Cianjur dari Stasiun Cipatat sampai Gandasoli.
Jalur Kereta Kembali Aman Setelah Pemeriksaan
Tim teknis KAI melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, hingga terowongan yang berpotensi terdampak.
Setelah dipastikan tidak ada kerusakan, seluruh lintasan dinyatakan aman sekitar pukul 21.00 WIB.
Perjalanan kereta pun dilanjutkan kembali secara normal.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami berterima kasih kepada para pengguna jasa KA yang tetap tenang menunggu dan mengikuti arahan petugas, baik di dalam kereta maupun di stasiun,” tambah Kuswardojo.
Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas
Penghentian sementara perjalanan kereta di Bandung menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama KAI.
Tindakan preventif ini diambil agar tidak terjadi risiko kecelakaan akibat dampak gempa.
KAI juga menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau potensi gempa lanjutan di jalur kereta, sehingga keamanan perjalanan tetap terjaga.
Editor : Lugas Rumpakaadi