RADARBANYUWANGI.ID - Rabu (21/8) malam, gempa berkekuatan 4,9 magnitudo mengguncang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Getaran gempa terasa kuat hingga Jakarta, Bogor, Purwakarta, dan sejumlah daerah sekitarnya.
Peristiwa ini mengakibatkan perjalanan kereta di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, sempat lumpuh total.
Menurut keterangan resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan cukup dirasakan warga di berbagai wilayah Jabodetabek.
Dampak Gempa Bekasi: Perjalanan Kereta di Palmerah Terhenti
Sejumlah penumpang kereta harus tertahan di Stasiun Palmerah akibat gempa.
Shakila, seorang karyawati swasta, menuturkan perjalanan menuju rumahnya terhenti hingga lebih dari pukul 20.35 WIB.
“Stasiun Palmerah penuh, banyak penumpang duduk di tangga. Kereta dari Tanah Abang ke Rangkas Bitung dihentikan, belum tahu sampai kapan,” ungkap Shakila.
Kondisi tersebut memaksa sebagian penumpang mencari transportasi alternatif.
Shakila sendiri memilih menunggu dijemput suaminya dengan sepeda motor agar bisa pulang.
Kronologi Gempa 4,9 Magnitudo yang Terasa di Jakarta
Shakila juga menceritakan momen saat gempa terjadi.
Ia merasakan getaran saat sedang makan di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
“Pas lagi makan, mejanya bergerak sekitar jam 20.00 WIB kurang. Para pelanggan tidak begitu panik, hanya saling memastikan kalau memang ada gempa,” jelasnya.
BMKG: Gempa Bekasi Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
Meski guncangan terasa luas, gempa 4,9 M ini tidak menimbulkan kerusakan serius dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya, serta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah.
Editor : Lugas Rumpakaadi