Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Waspada! Sulawesi Utara Terancam Gempa Megathrust M8,5, BRIN Ungkap Risiko Tsunami Dahsyat

Ali Sodiqin • Rabu, 20 Agustus 2025 | 19:50 WIB

Peta potensi gempa Megathrust di sejumlah wilayah di Indonesia.
Peta potensi gempa Megathrust di sejumlah wilayah di Indonesia.

RADARBANYUWANGI.ID - Ancaman gempa megathrust kembali jadi sorotan.

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 mencatat, wilayah Sulawesi Utara (Sulut) masuk salah satu segmen rawan gempa besar dengan potensi magnitudo mencapai M8,5.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, mengingatkan bahwa zona megathrust di Indonesia mampu memicu gempa berkekuatan dahsyat hingga menimbulkan tsunami raksasa.

Baca Juga: Deretan Dampak Mengerikan Jika Bencana Megathrust Benar-Benar Terjadi di Wilayah Indonesia

“Di Selat Sunda saja, potensi gempa bisa M8,7–M9,1. Tsunami yang dihasilkan bisa mencapai 20 meter di pesisir selatan Jawa,” ungkapnya.

Menurut penelitian BRIN, gelombang tsunami akibat gempa megathrust dapat menjalar cepat, bahkan ke utara Jakarta dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Karena itu, mitigasi bencana harus jadi prioritas, baik dengan pembangunan tanggul tsunami, pemecah ombak, maupun penataan ruang pesisir.

Baca Juga: Ini 10 Wilayah di Indonesia Berstatus Waspada Tsunami Pasca Gempa Dahsyat Rusia M 8,7

Selain solusi struktural, BRIN juga merekomendasikan pendekatan berbasis ekosistem, seperti penanaman pandan laut dan mangrove untuk meredam energi gelombang.

13 Segmen Megathrust di Indonesia

Indonesia memiliki 13 segmen megathrust yang rawan memicu gempa besar. Di antaranya Mentawai-Pagai (M8,9), Aceh-Andaman (M9,2), Jawa Barat–Jawa Tengah (M8,7), hingga Sulawesi Utara (M8,5).

Baca Juga: Antisipasi Megathrust, PLN UP3 Banyuwangi Gelar Simulasi Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami

BMKG: Tren Gempa Terus Meningkat

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan aktivitas kegempaan di Indonesia terus meningkat.

“Rata-rata gempa 1990–2008 hanya 2.254 kejadian per tahun. Namun, sejak 2018 melonjak jadi lebih dari 12 ribu,” ujarnya dalam webinar Resolusi 2025: Mitigasi Bencana Geologi.

Baca Juga: Indonesia di Bibir Cincin Api, Ancaman Megathrust Tinggal Menunggu Waktu

BMKG kini mengoperasikan 550 seismograf untuk memperkuat sistem peringatan dini gempa dan tsunami.

Dwikorita menegaskan, kewaspadaan masyarakat dan kesiapan pemerintah daerah sangat penting dalam mengurangi risiko bencana.

Meski ancaman megathrust nyata, masyarakat Sulut dan wilayah rawan lainnya diimbau tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, sekaligus berdoa agar terhindar dari bencana. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Gempa #BRIN #bmkg #megathrust #tsunami #sulawesi utara