RADARBANYUWANGI.ID - Selasa malam (19/8), perjalanan Kereta Api (KA) 471A Commuter Line (CL) Jenggala relasi Surabaya Pasarturi–Sidoarjo berubah dramatis.
Kereta yang seharusnya berhenti di Stasiun Sidoarjo Kota pukul 19.14 WIB, justru terus melaju hingga akhirnya berhenti darurat di kilometer 28+1, petak Sidoarjo–Tanggulangin, tepatnya di kawasan Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi.
Insiden ini memicu kepanikan di kalangan penumpang.
Beberapa orang yang berada di gerbong depan lari ke belakang saat terdengar teriakan “rem blong.”
Lampu kereta pun padam mendadak, membuat situasi semakin mencekam.
Beberapa penumpang bahkan nekat meloncat dari gerbong sebelum kereta berhenti sepenuhnya.
“Kereta mengalami trouble rem. Seharusnya berhenti di Stasiun Sidoarjo, tapi tidak bisa berhenti. Dan setelah pengalaman menegangkan ala film Hollywoord, alhamdulillah bisa berhenti di Candi, sekitar 3,4 kilometer dari Stasiun Sidoarjo,” demikian ungkap salah satu pengguna X (dulu Twitter) melalui akun @keponakannnn.
“Ratusan orang panik, ada yang tanya alamat, ada yang bingung arah ke mana. Lampu mati, semua gelap. Kondisinya lebih dari setengah jam,” ujar Sutarji, salah satu warga sekitar.
Sedangkan Latif, penumpang asal Semarang, menambahkan bahwa ia merekam insiden tersebut karena suasana di dalam kereta sangat kacau.
Menanggapi kejadian ini, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menegaskan bahwa seluruh penumpang dalam kondisi aman.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Petugas telah melakukan pengamanan dan memastikan semua penumpang aman,” ujarnya.
Koordinasi cepat dilakukan dengan masinis dan stasiun terdekat, termasuk penutupan darurat sejumlah palang pintu agar tidak terjadi insiden tambahan.
Hingga saat ini, penyebab kereta gagal berhenti masih dalam proses investigasi internal KAI.
Luqman menegaskan, evaluasi dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sementara itu, perjalanan kereta api lain di jalur Surabaya–Sidoarjo tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat.
Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya keselamatan dan respons cepat petugas dalam menghadapi situasi darurat di perkeretaapian.
Editor : Lugas Rumpakaadi