RADARBANYUWANGI.ID – Gelombang protes di Alun-alun Simpang Lima Pati, Rabu (13/8/2025), semakin membesar.
Kali ini, ratusan mantan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Soewondo Pati ikut turun ke jalan, menuntut dipekerjakan kembali sekaligus mendesak Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.
Dengan spanduk dan poster tuntutan, para eks pegawai honorer yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun itu mengaku diberhentikan sepihak tanpa solusi atau pesangon layak.
Baca Juga: Bendera One Piece Kibarkan Perlawanan di Demo Pati, Begini Faktanya
“Yang dipecat ada 220 orang. Kami ingin hak kami dikembalikan. Kami sudah mengabdi bertahun-tahun,” tegas Agus, perwakilan massa, di sela aksi.
Mereka menilai kebijakan Bupati Sudewo bertolak belakang dengan janji kampanye yang pernah menjanjikan pembukaan lapangan kerja baru.
Aksi ini bertepatan dengan unjuk rasa besar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, yang selama beberapa pekan terakhir memprotes berbagai kebijakan kontroversial Sudewo, termasuk kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.
Baca Juga: Bupati Pati Didemo Ribuan Warga, Gubernur Turun Tangan Beri Peringatan
Sejak pagi, ribuan massa memadati pusat kota. Aparat keamanan melakukan pengamanan berlapis, namun aksi berlangsung tertib.
Bagi para eks nakes, tuntutan utama tetap sama: kembali bekerja di RSUD Soewondo. “Kami tidak akan berhenti sampai hak kami kembali,” tegas salah satu peserta.
Dengan semakin banyaknya dukungan, tekanan terhadap Bupati Sudewo pun kian menguat, meski hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihaknya. (*)
Editor : Ali Sodiqin