RADARBANYUWANGI.ID – Suasana Kompleks Setda dan Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (13/8) pagi, tampak tak biasa.
Seorang pria mengenakan sarung batik, baju putih, dan kopiah putih terlihat menyiramkan air dari botol mineral mulai dari pintu gerbang masuk pendopo hingga area Setda.
Aksi itu disebut sebagai bentuk doa agar unjuk rasa berjalan damai.
Baca Juga: Demo 13 Agustus, Jalan Pati Macet! Ribuan Massa Konvoi, Polisi Siapkan Penyekatan Besar-besaran
Pantauan di Alun-alun Pati pukul 07.00 WIB, para peserta aksi mulai berdatangan.
Sejumlah orang tampak memeriksa perlengkapan, sementara beberapa ibu-ibu membersihkan lokasi dari sisa sampah keramaian malam sebelumnya.
Aksi demonstrasi ini menuntut pembatalan kenaikan PBB-P2 yang sebelumnya melonjak 250 persen.
Meski Bupati Sudewo sudah membatalkannya, massa tetap mengusung tuntutan lain.
Aksi ini telah bergulir sejak awal dengan pengumpulan donasi yang viral di media sosial.
Air mineral dus hasil sumbangan warga menumpuk tak hanya di barat kantor pemkab, tapi juga hingga area alun-alun.
Donasi berupa hasil bumi pun terus berdatangan, memperlihatkan besarnya dukungan masyarakat.
Sejak subuh, suasana di depan kompleks pendopo masih relatif sepi. Namun, polisi sudah berjaga ketat dengan lima kendaraan dinas.
Baca Juga: Jelang Aksi Besar di Pati, Pria Misterius Siram Air Keliling Pendapa Bupati! Apa Makna di Baliknya?
Kendaraan roda dua dan roda empat dilarang masuk sejak pukul 07.00 WIB. Replika keranda tampak di lokasi, bersama truk milik pendemo.
Menariknya, sejumlah CCTV baru dipasang untuk memantau jalannya aksi.
Tiga kamera berada di timur gerbang, tiga di barat, dan empat lainnya di sisi barat kompleks pendopo.
Sejumlah media nasional juga sudah meliput, mengantisipasi momen-momen penting dari aksi 13 Agustus ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin