RADARBANYUWANGI.ID – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pati padat merayap pada Rabu (13/8) pagi.
Ribuan peserta aksi dari berbagai penjuru wilayah mulai berdatangan ke pusat kota untuk mengikuti demonstrasi besar terkait kebijakan pemerintah daerah.
Pantauan di lapangan, kepadatan terjadi di jalur Pantura Juwana–Pati, pertigaan Tondomulyo, jalur Kudus–Pati, hingga Pati–Trangkil.
Massa menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari truk bak terbuka, sepeda motor, pikap, hingga kendaraan roda tiga.
Mereka membawa atribut aksi seperti poster tuntutan, bendera merah putih, hingga hasil bumi sebagai simbol perjuangan.
Menanggapi situasi ini, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi memastikan seluruh personel siaga penuh.
Baca Juga: Jelang Aksi Besar di Pati, Pria Misterius Siram Air Keliling Pendapa Bupati! Apa Makna di Baliknya?
Penyekatan di pintu masuk kabupaten disiapkan untuk menghalau massa luar daerah yang berpotensi memicu kericuhan.
“Kami akan melakukan deteksi dini, memantau potensi aksi massa, dan menyusun strategi pengamanan menyeluruh,” ujarnya.
Meski belum ada izin resmi untuk aksi tersebut, polisi tetap melakukan pemantauan intensif, termasuk memonitor perkembangan isu di media sosial.
Baca Juga: Pati Memanas! Gubernur Jateng Tegur Bupati Sudewo Usai Sikap Arogan Picu Demo Besar
Sebagai langkah antisipasi, Satuan Samapta Polresta Pati telah menggelar pelatihan pengendalian massa bagi 306 personel, meliputi teknik Dalmas lanjutan, mulai dari sikap siaga, penggunaan tameng, hingga taktik dorong maju.
Kapolresta menegaskan, pendekatan pengamanan akan mengedepankan komunikasi dan cara humanis, tanpa mengabaikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.
“Marwah Pati harus dijaga. Jangan sampai aksi ini disusupi kelompok anarko yang ingin membuat kerusuhan,” tegasnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin