Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

100 Ribu Massa Kepung Pati! Aksi Besar Tetap Jalan Meski PBB 250 Persen Batal

Ali Sodiqin • Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:33 WIB
PENYOKONG AKSI: Salah satu posko donasi di kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati dipenuhi bantuan logistik seperti air mineral dan makanan, Selasa (13/8).
PENYOKONG AKSI: Salah satu posko donasi di kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati dipenuhi bantuan logistik seperti air mineral dan makanan, Selasa (13/8).

RADARBANYUWANGI.ID – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan tetap menggelar aksi besar-besaran menentang kebijakan Bupati Pati Sudewo, Rabu (13/8) hari ini.

Padahal, kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen sudah dibatalkan sang bupati.

Koordinator aksi menyebut, gelombang massa diperkirakan mencapai 100 ribu orang.

“Kita ini dianggap mewakili mereka. Warga setiap sore dan malam menunggu untuk menyampaikan aspirasi,” kata Koordinator Donasi AMPB Teguh Istyanto, Selasa (12/8).

Menjelang aksi, dukungan logistik terus mengalir. Ribuan kardus air mineral menumpuk di posko AMPB di Alun-alun Pati.

Air minum itu akan disebar ke berbagai titik aksi. Panitia juga menyiapkan posko evakuasi dan dapur umum.

Tak hanya air kemasan, solidaritas datang dalam bentuk hasil bumi. Petani pisang dari Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, menyumbang 100 tandan pisang yang diangkut tiga pikap.

“Ini dukungan moral bagi rakyat Pati. Jangan sampai kebijakan pemerintah mencekik warga,” ujar petani pisang, Waharto.

Bukan Sekadar PBB
Teguh menegaskan, alasan aksi bukan hanya soal PBB. Warga kecewa atas berbagai kebijakan Sudewo, mulai dari sistem lima hari sekolah, regrouping sekolah yang memicu PHK guru honorer, hingga pemutusan hubungan kerja ratusan pegawai honorer RSUD RAA Soewondo.

Salah satunya Ruha, eks karyawan honorer RSUD yang di-PHK 1 Juli 2025 setelah 20 tahun mengabdi.

“Tidak ada pesangon, tidak ada solusi. Kami tuntut pekerjaan dikembalikan atau turunkan bupati,” ujarnya.

Baca Juga: 14 Poin Perubahan Perda 01/2024: Pajak Naik, Hiburan Malam di Banyuwangi Kena 75 Persen

Roni, eks pegawai lain, mengaku heran karena setelah 220 orang di-PHK, justru rumah sakit membuka rekrutmen baru dengan kuota 330 formasi honorer BLUD.

Gerindra Turun Tangan
Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono mengungkapkan, Presiden sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto telah menegur Bupati Sudewo.

Ia memerintahkan pembatalan kenaikan PBB 250 persen. “Alhamdulillah langsung dibatalkan,” katanya.

Meski begitu, Sudewo menduga aksi besok tidak murni, melainkan ditunggangi kepentingan politik. “Kalau sudah dibatalkan tapi tetap aksi, berarti ada yang menunggangi,” ucapnya.

Situasi Pati kini memanas menjelang HUT ke-80 RI. Ribuan warga akan memadati alun-alun, dan semua pihak diminta menjaga kondusivitas. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#250 persen #Aliansi Masyarakat Pati Bersatu #Kenaikan PBB #demo pati