Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tim Salvage Tiba di Banyuwangi, Pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya Segera Dimulai

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 12 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Dari hasil survei MBES, posisi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali sudah ditemukan oleh tim Ditpolairud Polda Jatim, Minggu (13/7). Posisi kapal terbalik dengan panjang 65,49 meter.
Dari hasil survei MBES, posisi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali sudah ditemukan oleh tim Ditpolairud Polda Jatim, Minggu (13/7). Posisi kapal terbalik dengan panjang 65,49 meter.

RADARBANYUWANGI.ID - Harapan keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya segera diangkat ke permukaan tampaknya mulai terwujud.

Senin pagi (11/8), tim Salvage Forensik (Salfor) dari Kesatuan Penjagaan Laut  dan Pantai (KPLP) sudah tiba di Banyuwangi.

Mereka menyiapkan rencana pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada awal Juli 2025 lalu.

Rencana pengangkatan kapal milik PT Raputra Jaya asal Balikpapan itu sempat tarik ulur.

Bukan tanpa alasan, biaya pengangkatan kapal berbobot mati 955 ton itu berada di angka USD 6 Juta atau sekitar Rp 97,65 miliar.

Padahal, dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), nilai asuransi dari KMP Tunu berada di angka sekitar Rp 57,4 miliar.

Dari pihak asuransi mengcover wreck removal and pollution kapal senilai USD 3 juta atau jika dikurskan ke mata uang rupiah sekitar Rp 47,4 miliar.

Dan asuransi maritim yang mengcover hull and machinery sebesar Rp 10 miliar.

Artinya dibutuhkan anggaran lebih dari Rp 40 miliar yang harus ditanggung perusahaan untuk bisa melanjutkan proses pengangkatan bangkai kapal.

Istri dari salah satu anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya, Isniyah berharap bangkai kapal tetap bisa diangkat.

Meskipun nantinya dia  harus menerima kenyataan jika suaminya sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kapal.

"Setidaknya bisa dimakamkan dengan layak, saya berharap kapal tetap bisa diangkat," kata ibu satu anak itu.

Dari data yang diolah Radar Banyuwangi, sudah ada 49 korban yang berhasil dievakuasi. Rinciannya, 30 penumpang selamat dan 19 meninggal dunia.

Dari 49 penumpang, hanya 16 orang yang masuk dalam manifes. Sedangkan 33 orang tidak terdaftar. Jika mengacu data manifes jumlah penumpang 65 orang.

Dengan demikian masih ada 49 penumpang yang masuk dalam daftar manifes belum ditemukan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi Kapten Purgana membenarkan kedatangan tim Salfor ke Banyuwangi.

Rencanaya hari ini tim akan melakukan tahap awal persiapan operasi pengangkatan bangkai kapal.

"Tim salvage sudah datang. Mereka mengemban tugas melakukan pengangkatan kapal yang tenggelam," ujar Purgana.

Dia menambahkan, tim tersebut akan melakukan survei di tengah laut untuk memetakan kondisi lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Setelah survei selesai, hasilnya akan dibawa ke Jakarta untuk penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK).

Meskipun ini baru tahap awal, Purgana menilai proses ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menindaklanjuti pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.

"Ini hitunganya cepat, tim sudah datang. Kita akan update lagi nanti setelah tim melakukan pemeriksaan," tutupnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#bangkai kapal #KMP Tunu Pratama Jaya #Salvage Forensik #selat bali #banyuwangi