Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gubernur Dedi Mulyadi Geram! Tiba-Tiba Stop Bansos untuk Ribuan Warga Jabar

Ali Sodiqin • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 17:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

RADARBANYUWANGI.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi geram. Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk 49.431 penerima di Jabar resmi dihentikan.

Pasalnya, Rp 199 miliar dana bantuan yang seharusnya meringankan beban warga miskin justru dipakai bermain judi online!

“Kalau dipakai untuk judi, artinya mereka bukan orang tidak mampu. Bahkan masih produktif. Tidak pantas menerima bansos,” tegas Dedi di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (7/8).

Dedi menegaskan bansos harus fokus ke anak yatim, lansia tidak produktif, atau pasien penyakit berat seperti stroke, gagal ginjal, dan jantung.

“Bansos itu mengatasi kemiskinan, bukan memperkaya bandar,” tandasnya.

Ganti Penerima Baru

Kepala Dinas Sosial Jabar, Noneng Komara Nengsih, memastikan penerima yang terindikasi judol akan dicoret dan diganti.

Data Kemensos menyebut 135.938 KPM di Jabar masuk radar, terbesar di Indonesia.

Triwulan II 2025, tercatat 3,98 juta KK menerima sembako, 1,65 juta KK mendapat PKH, dan 15,1 juta orang memperoleh PBI-JK.

Tapi Jabar juga jadi juara kasus penyalahgunaan bansos untuk judol di semester I-2025.

Tak hanya Jabar, kasus serupa terjadi di Jateng (Rp 83 miliar), Jatim (Rp 53 miliar), DKI (Rp 36 miliar), Banten (Rp 25 miliar), dan Lampung (Rp 18 miliar).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan evaluasi sedang dilakukan.

Dari 603.999 KPM diduga main judol secara nasional, 228 ribu sudah diputus bantuannya, sisanya sedang diverifikasi.

“Jangan sampai uang negara malah mengalir ke meja judi,” tegasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#gubernur jawa barat #bantuan sosial #Bansos Distop #dedi mulyadi #bansos #stop bantuan