Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Heboh! Kedatangan Kang Dedi Mulyadi di Sleman Disambut Spanduk Sindiran Pedas: Jangan Jadikan DIY Bahan Konten!

Ali Sodiqin • Kamis, 7 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Spanduk penolakan kebijakan Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Spanduk penolakan kebijakan Kang Dedi Mulyadi (KDM).

RADARBANYUWANGI.ID – Kedatangan Kang Dedi Mulyadi (KDM) ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa (5/8), memicu gelombang penolakan dari sejumlah pelaku wisata.

Sejumlah spanduk berisi sindiran keras terhadap Gubernur Jawa Barat itu terpasang mencolok di berbagai titik strategis sepanjang Ring Road Utara.

Pantauan Jawa Pos Radar Jogja, spanduk pertama ditemukan di simpang empat Monumen Yogya Kembali (Monjali). Isinya cukup mengejutkan:

"Selamatkan Pariwisata Dari Gubernur Pencitraan KDM."

Tak berhenti di situ, spanduk lain juga terlihat di simpang empat Kentungan dengan tulisan:

"KDM Sudahi Pencitraanmu, Perekonomian Wisata Gulung Tikar Karena Ulahmu!!!"

Sementara di simpang empat UPN Veteran Yogyakarta, terpasang spanduk bertuliskan:

"KDM Gubernur Konten, Jangan Jadikan DIY Sebagai Bahan Kontenmu!!!"

Semua spanduk itu menampilkan gambar KDM tengah asyik memainkan ponsel.

Aksi ini diketahui berasal dari Forum Wisata Jogja Jateng, yang terdiri dari berbagai elemen pelaku wisata seperti hotel, restoran, jip wisata, hingga toko oleh-oleh.

Imbas Larangan Study Tour, Omzet Wisata Merosot Tajam

Menurut informasi yang diterima Radar Jogja, pemasangan spanduk ini dilakukan menjelang kedatangan KDM ke Sleman, khususnya di jalur yang akan dilaluinya. Bahkan, aksi serupa juga terjadi di kawasan Purwomartani, Kalasan.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat, Dardiri, membenarkan adanya pemasangan spanduk tersebut. Namun, ia menegaskan, aksi itu tidak mewakili organisasi secara resmi.

“Kami melarang spanduk itu. Tapi kalau secara individu, kami tidak bisa melarang,” ujarnya, seperti dilansir dari Radar Jogja.

Menurut Dardiri, keresahan pelaku wisata sangat beralasan. Sejak KDM menerbitkan kebijakan larangan study tour bagi sekolah di Jabar, jumlah kunjungan wisata dari wilayah tersebut anjlok drastis.

“DP yang dibatalkan setelah larangan KDM sekitar 35 persen. Sekarang kami sudah mengembalikan banyak uang muka,” ujarnya.

Pelaku jip wisata Merapi lainnya, Jawir Fauzy, juga membenarkan isu ini. Ia menyebut informasi pemasangan spanduk sudah beredar di kalangan pelaku wisata.

“Sudah dipasang di Monjali dan UPN. Tapi saya tidak ikut pasang,” katanya.

Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

Forum Wisata Jogja Jateng menyebut dampak kebijakan KDM sangat terasa. Tak hanya sektor transportasi wisata, tapi juga merembet ke hotel, restoran, dan tempat oleh-oleh.

"Total kerugian dari uang muka yang dikembalikan bisa mencapai Rp 700 juta," ungkap salah satu sumber.

Dampaknya, sejumlah destinasi di DIY kini sepi rombongan pelajar, terutama dari Jabar yang sebelumnya menjadi pasar utama sektor pariwisata di Sleman dan sekitarnya.

Kehadiran KDM di Sleman pun kini jadi sorotan. Tak sedikit yang menganggap kehadirannya justru menambah polemik di tengah lesunya pariwisata lokal. Apalagi jika hanya sekadar untuk “konten”. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#gubernur jawa barat #KDM #kang dedi mulyadi #sleman #pelaku wisata #yogyakarta #Gubernur Konten #diy