Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Situasi Terkini Pelabuhan Ketapang: Tak Lagi Macet, Tapi Waspadai Potensi Padat Kembali!

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 5 Agustus 2025 | 13:00 WIB
MULAI NORMAL: Kondisi pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang terlihat lengang pukul 19.00 tadi malam. Kepadatan kendaraan mulai terurai sejak Senin pagi (4/8).
MULAI NORMAL: Kondisi pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang terlihat lengang pukul 19.00 tadi malam. Kepadatan kendaraan mulai terurai sejak Senin pagi (4/8).

RADARBANYUWANGI.ID - Senin (4/8) arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang berangsur normal. Kondisi ini bertolak belakang dari hari-hari sebelumnya yang penuh dengan kemacetan.

Kendati begitu, kepadatan kendaraan masih bisa terjadi lagi, tergantung jumlah kapal yang beroperasi serta cuaca di perairan Selat Bali.

Hingga Senin petang, suasana di Pelabuhan Ketapang terlihat lengang. Tidak ada antrean kendaraan lagi.

Jalan arteri di depan pelabuhan berlaku dua arah. Jika sebelumnya kendaraan dari arah selatan dilewatkan jalan lingkar, kemarin sudah bisa langsung menuju pelabuhan.

”Kita akan terus pantau  kondisi pelabuhan. Pengaturan arus lalu lintas tetap kita lakukan jika sewaktu-waktu terjadi kemacetan algi,’’ kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra. 

Terkait penanganan kemacetan, kemarin (4/8) Pemkab Banyuwangi dengan Polresta mendirikan empat posko gabungan. Pemkab menyiagakan petugas sekaligus  membagikan makan untuk para sopir yang harus mengantre masuk kapal di Pelabuhan Ketapang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Pemkab telah berupaya memberikan bantuan dengan menurunkan tim dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Sosial, hingga BPBD untuk mengurai kemacetan. 

Meski tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengintervensi kebijakan pelabuhan, Pemkab tetap berusaha membantu mengurai kemacetan serta memberikan bantuan agar sopir tetap nyaman.

"Pemkab Banyuwangi juga membagikan makan utamanya bagi sopir truk tronton yang harus menunggu lama di Pelabuhan Ketapang, saat menunggu antrian masuk kapal,’’ kata Ipuk.

Ada sekitar 500 nasi bungkus yang dibagikan oleh petugas dari BPBD, Dishub, Satpol PP, dan Tagana pada Senin pagi kemairn.

Sebelumnya Pemkab juga telah beberapa kali membagikan makanan kepada para sopir. Makanan  dibagikan karena sopir mengeluh susah mencari warung makan di sekitar kantong parkir dermaga Bulusan.

Pembagian nasi masih terus berlanjut dalam 4 hingga 5 hari ke depan sambil melihat kondisi di lapangan. 

”Kami juga berterima kepada Forkopimda Banyuwangi, TNI, Polri, dan semua pihak yang telah bekerja keras berusaha mengatasi masalah ini. Semoga bisa segera terselesaikan,’’ kata Ipuk.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja menambahkan, Pemkab juga berusaha melakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya kepadatan di wilayah Banyuwangi utara.

Salah satunya meminta kepada para pengemudi truk untuk mengangkut muatan di bawah 35 ton. Dengan begitu kendaraan bisa  menyeberang melalui dermaga MB.

Komang mengatakan, ada pola di mana volume truk akan meningkat pada saat pembukaan sejumlah gudang di Bali, yaitu mulai Senin malam sampai Kamis pagi.

Sedangkan pada hari Jumat hingga Minggu volume truk cenderung menurun karena gudang di Bali tutup.

"Pola ini juga sudah dipelajari oleh kepolisian. Jadi untuk kendaraan pribadi bisa menyesuaikan dengan pola itu," tegasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Pelabuhan Gilimanuk #antrean kendaraan #macet #pelabuhan ketapang #selat bali #penyeberangan