RADARBANYUWANGI.ID - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani angkat bicara terkait dampak kemacetan panjang menuju Pelabuhan ASDP Ketapang.
Akibat kemacetan yang terus terjadi berulang kali, dampak sosial ekonomi mulai terasa bagi warga Banyuwangi.
Salah satunya dengan terhambatnya beberapa sektor penting seperti distribusi bahan bakar minyak (BBM), semen, udang, dan hasil laut lainnya yang masih menggunakan jalur darat.
Sektor pariwisata dan penyelenggaraan kegiatan di Banyuwangi ikut merasakan imbasnya.
Banyak pihak yang mengeluhkan perjalanan menuju dan keluar Banyuwangi terhambat. Bahkan, ada yang ketinggalan pesawat dan kehilangan waktu akibat terjebak antrean.
"Setelah pengurangan jumlah kapal beroperasi, sekarang kita masih terdampak macet akibat kondisi cuaca. Hal ini membuat antrean panjang kembali terjadi," kata Ipuk.
Pemkab Banyuwangi bersama Forkopimda sudah mencari jalan keluar mengurai kemacetan.
Kembali lagi, eksekusi kebijakan hanya bisa dilakukan pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan penyeberangan dan penataan angkutan di darat.
Ipuk memahami masyarakat cenderung menyalahkan Banyuwangi atas masalah ini, karena pelabuhan berada di wilayahnya.
Karena itu Pemkab terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait. Ipuk meminta kepada stakeholder pelabuhan untuk mencari solusi agar masalah ini dapat terselesaikan dan dampak sosial ekonomi dapat diminimalisasi.
"Memang benar, kami memang sudah mengajukan usulan penambahan jadwal kapal dan kereta api. Tapi kembali lagi hal itu tidak di bawah kewenangan Pemkab. Mungkin mereka masih mengevaluasi permohonan kami," tegasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin