Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bank Mandiri Gelar RUPSLB Senin 4 Agustus, Alexandra Askandar Jabat Dirut?

Ali Sodiqin • Senin, 4 Agustus 2025 | 02:18 WIB
Alexandra Askandar pernah tersingkir dari Bank Mandiri, lalu bergabung di jajaran direksi BNI, kini disebut-sebut bakal jadi dirut Bank Mandiri.
Alexandra Askandar pernah tersingkir dari Bank Mandiri, lalu bergabung di jajaran direksi BNI, kini disebut-sebut bakal jadi dirut Bank Mandiri.

RADARBANYUWANGI.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari Senin (4/8), pukul 15.00 WIB di Assembly Hall Menara Mandiri 1, Jakarta. Agenda utama: perombakan susunan pengurus perseroan.

Kursi Direktur Utama (Dirut) jadi perhatian utama. Nama Alexandra Askandar disebut-sebut kuat bakal menggantikan Darmawan Junaidi yang menjabat sejak 2020.

Dalam dokumen itu disebutkan, mengacu Pasal 11 ayat (10) dan Pasal 14 ayat (12) Anggaran Dasar Perseroan, pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi serta dewan komisaris harus mendapat persetujuan pemegang saham Seri A Dwiwarna—yakni pemerintah.

Sinyal Pergantian Dirut

Isu pergantian Dirut Bank Mandiri sudah berembus sejak seminggu pada akhir Juli lalu.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Alexandra Askandar, eks Wakil Dirut, akan kembali ke jajaran puncak sebagai Direktur Utama.

Alexandra bukan nama baru. Ia dikenal sebagai bankir tangguh dan teknokrat perbankan dengan rekam jejak mentereng.

Perempuan kelahiran 1972 itu lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia dan S2 Finance dari Boston University, Amerika Serikat.

Kariernya di Mandiri moncer. Dari SEVP Corporate Banking, naik menjadi Direktur Institutional Relations (2018), lalu Direktur Corporate Banking, hingga menjabat Wakil Dirut pada 2020.

Meski sempat digantikan Riduan dalam RUPST Maret lalu, kabarnya Alexandra akan kembali memimpin.

Perubahan Pengurus Terakhir Maret

Bank Mandiri terakhir kali merombak susunan pengurus pada RUPST, 25 Maret 2025. Saat itu, dari 12 direksi, 6 diganti dan 6 baru diangkat.

Dari sisi komisaris, 8 diberhentikan dan hanya 4 yang masuk, menyisakan total 6 komisaris aktif saat ini.

Beberapa bankir Mandiri juga ditarik ke lembaga baru: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Di antaranya Rohan Hafas dan Agus Dwi Handaya. Sementara dari luar, muncul nama-nama seperti Novita Widya Anggraini dari BNI, dan Ari Rizaldi dari Bank Syariah Indonesia.

Berikut susunan pengurus awal Agustus 2025 sebelum RUPSLB:

Dewan Komisaris:

Direksi:

Bursa dan Pasar Menanti

Rencana perubahan pucuk pimpinan Bank Mandiri pada RUPSLB menjadi perhatian pelaku pasar.

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, pergeseran posisi di tubuh BMRI dapat berdampak pada arah kebijakan korporasi, ekspansi bisnis, hingga sentimen pasar modal.

Hingga berita ini diturunkan, Bank Mandiri belum merilis nama-nama pengurus baru. Sebab, RUPSLB masih belum berlangsung.

RUPSLB ini menjadi momentum penting, bukan hanya bagi Bank Mandiri, tetapi juga bagi peta kepemimpinan di industri perbankan nasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#rupslb #Alexandra Askandar #bank mandiri #reshuffle #BMRI