JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi menunjuk tiga nama baru sebagai komisaris perusahaan.
Penunjukan itu diumumkan melalui akun media sosial resmi Transjakarta pada Jumat (1/8).
Di antara nama-nama tersebut, sosok Muhammad Ainul – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) DKI Jakarta – menjadi sorotan publik.
Keterlibatan tokoh muda NU ini dinilai membawa angin segar bagi transformasi transportasi publik Ibu Kota.
Ainul disebut-sebut sebagai representasi kalangan muda Nahdliyin yang aktif dan dekat dengan isu-isu kerakyatan.
Selain Ainul, Transjakarta juga menunjuk mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi Sapto Pribowo dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arif Fakrulloh sebagai komisaris baru.
Johan Budi Comeback Lewat BUMD
Penunjukan Johan Budi menjadi sorotan tersendiri. Mantan politikus PDIP ini dikenal luas sebagai eks juru bicara KPK yang juga pernah menjadi staf khusus Presiden Jokowi.
Karier politik Johan meredup usai gagal melaju kembali ke Senayan pada Pemilu 2024.
Ia bahkan mundur dari partai saat mencalonkan diri menjadi pimpinan KPK tahun lalu, namun tidak lolos seleksi.
Kini, Johan kembali muncul di panggung publik lewat posisi barunya di jajaran pengawas perusahaan pelat merah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.
Perkuat Pengawasan dan Representasi Muda
Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, sebelumnya menyatakan bahwa penunjukan komisaris dari kalangan orang dekat pejabat bukanlah hal yang keliru, selama tidak masuk ke jajaran direksi.
“Kalau komisaris kan tugasnya mengawasi, bukan menjalankan,” ujarnya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Masuknya Ainul sebagai kader muda Ansor dinilai memperkuat peran organisasi kepemudaan berbasis keagamaan dalam pembangunan Ibu Kota.
Ainul dikenal aktif menyuarakan hak-hak warga Jakarta, terutama di bidang pelayanan publik dan transportasi.
Ketiga komisaris baru ini akan menggantikan Mashuri Masyhuda dan Bambang Eko Martono, yang masa jabatannya telah berakhir.
Transformasi Transportasi, Tantangan Baru Menanti
Dengan formasi baru ini, Transjakarta diharapkan bisa lebih transparan, akuntabel, dan dekat dengan kebutuhan warga.
Tantangan transportasi publik di Jakarta memang tak ringan. Penunjukan nama-nama yang punya latar belakang birokrasi, hukum, hingga organisasi sosial-keagamaan dinilai sebagai strategi merangkul berbagai elemen untuk transformasi menyeluruh.
Tak sekadar kursi jabatan, publik tentu menanti gebrakan nyata dari para komisaris baru ini. ****
Editor : Ali Sodiqin