Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BENCANA LALU LINTAS! Semua Jalur ke Banyuwangi Lumpuh, Tour de Banyuwangi Ijen Jadi Pemicu Terakhir?

Ali Sodiqin • Kamis, 24 Juli 2025 | 17:27 WIB
Pantauan udara kondisi lalu lintas Ketapang-Baluran, petugas Dishub membangunkan sopir yang tidur, dan gelaran Tour de Banyuwangi Ijen yang bakal jadi pemicu terakhir kemacetan di Banyuwangi.
Pantauan udara kondisi lalu lintas Ketapang-Baluran, petugas Dishub membangunkan sopir yang tidur, dan gelaran Tour de Banyuwangi Ijen yang bakal jadi pemicu terakhir kemacetan di Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID - Setelah jalur utama Gumitir ditutup total dan jalur Pantura lumpuh akibat kemacetan belasan kilometer, kini satu-satunya jalur alternatif dari Bondowoso ke Banyuwangi juga ikut-ikutan ditutup.

Penyebabnya? Bukan bencana alam, tapi balap sepeda internasional!

Mulai Senin, 28 Juli 2025 hingga Kamis, 31 Juli 2025 mendatang, jalur Ijen dari arah Bondowoso resmi ditutup total untuk ajang Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2025.

Jalur yang selama ini jadi alternatif utama penghubung Kota Tape dan Kota Gandrung itu praktis tak bisa dilintasi kendaraan umum maupun logistik di akhir terakhir balapan.

Situasi ini menjadikan Banyuwangi benar-benar terisolasi dari semua arah. Jalur selatan via Gumitir ditutup karena perbaikan jalan selama dua bulan.

Jalur utara via Situbondo lumpuh karena antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

Dan kini, jalur pegunungan via Bondowoso–Ijen juga ditutup total demi menyambut tamu-tamu mancanegara dari dunia balap sepeda.

“Sudah nggak bisa lewat Gumitir, Ketapang macet, sekarang lewat Ijen pun dibatasi. Ini bukan lagi darurat, ini isolasi total!” ujar Rudi, sopir travel asal Jember, kesal.

TDBI 2025 sendiri akan menempuh total jarak 618 kilometer dalam empat etape, melintasi wilayah Genteng, Srono, Rogojampi, Kabat, Banyuwangi Kota, Licin, Glagah hingga menuju Paltuding, kaki Gunung Ijen.

Tanjakan Ijen yang ekstrem sepanjang 15 kilometer menjadi segmen pamungkas balapan bergengsi ini.

Biasanya, jalur Ijen akan disterilkan total demi keselamatan pembalap saat lomba berlangsung.

Penutupan akan dilakukan dari pagi hingga sore selama pelaksanaan balapan.

Penutupan itu akan dilakukan pada balapan terakhir tanggal 31 Juli 2025.

Ajang balap sepeda ini memang kembali masuk dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) kategori 2.2.

Tahun ini, 20 tim dari dalam dan luar negeri akan ambil bagian. Di antaranya, tim dari Jepang, Korea Selatan, Belanda, Malaysia, Filipina, dan Australia.

Meski disebut sebagai ajang promosi wisata, banyak warga mempertanyakan efek langsungnya terhadap aktivitas harian dan distribusi logistik.

“Promosi pariwisata penting, tapi jangan sampai rakyat susah cari jalan pulang,” keluh Hariri, warga Jember yang terpaksa naik motor lewat jalur tikus untuk pulang dari Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa TDBI adalah bagian dari komitmen Banyuwangi dalam mendorong sport tourism.

“Lewat event ini, kami ingin menunjukkan bahwa Banyuwangi punya kapasitas sebagai tuan rumah ajang internasional,” ujarnya.

Namun, suara di lapangan berkata lain. Sopir truk, pengusaha logistik, hingga warga biasa terpaksa memutar jauh ratusan kilometer karena jalur utama lumpuh dan alternatif terancam ditutup gegara balap sepeda.

“Ini seperti mimpi buruk. Banyuwangi dikelilingi blokade, bukan oleh alam, tapi oleh keputusan manusia,” kata Munir, pengusaha pengiriman hasil bumi.

Pihak kepolisian dan Dishub memang sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas, namun pilihan jalur tetap sangat terbatas.

“Kami hanya bisa mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan ke Banyuwangi jika tidak benar-benar mendesak,” kata Kompol Elang Prasetyo, Kasatlantas Polresta Banyuwangi. (*)

INFO PENTING:

Editor : Ali Sodiqin
#jalur pantura macet #Jalur Gumitir ditutup #tour de banyuwangi ijen #balap sepeda #bencana lalu lintas #Lalu Lintas Lumpuh Total #banyuwangi terisolasi #jalur alternatif