Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuma 2,5 Jam! Kapal Cepat Banyuwangi–Denpasar Resmi Beroperasi, Tiket Mulai Rp225 Ribu

Ali Sodiqin • Rabu, 23 Juli 2025 | 22:58 WIB
Penumpang Express Bahari 1F berlayar perdana dari Dermaga Marina Boom, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Rabu (23/7).
Penumpang Express Bahari 1F berlayar perdana dari Dermaga Marina Boom, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Rabu (23/7).

RADARBANYUWANGI.ID - Konektivitas antardaerah antara Banyuwangi dan Denpasar kini makin cepat. Kapal cepat Express Bahari resmi beroperasi mulai Rabu (23/7/2025).

Rute anyar tersebut menghubungkan Dermaga Marina Boom, Banyuwangi, dengan Pelabuhan Pulau Serangan, Denpasar, Bali.

Kapal cepat ini menjadi alternatif baru bagi masyarakat dan wisatawan yang hendak bepergian dari Jawa Timur ke Bali maupun sebaliknya. Waktu tempuh pelayaran hanya 2,5–3 jam.

Jauh lebih singkat dibandingkan jalur darat via Ketapang–Gilimanuk yang bisa memakan waktu hingga 5 jam.

Pelayaran perdana dilepas langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Nyono. Kapal yang digunakan yakni Express Bahari 1F, dengan kapasitas 400 penumpang.

Sebanyak 50 orang ikut serta dalam pelayaran perdana tersebut. Sebagian besar merupakan wisatawan domestik dan asing.

“Kami berharap pelayaran ini bisa berjalan dengan aman dan lancar. Ini merupakan soft launching. Kami sudah pastikan aspek keselamatan kapal melalui pengecekan oleh Syahbandar. Semua sudah clear,” kata Nyono.

Rute kapal cepat ini dianggap strategis karena menghubungkan langsung dua pusat kota.

“Pelabuhan Boom dekat dengan pusat kota Banyuwangi. Begitu pula Pelabuhan Serangan yang berada di jantung Kota Denpasar. Ini sangat efisien, baik dari segi waktu maupun biaya,” imbuhnya.

Untuk tarif, tiket kelas reguler dipatok Rp225 ribu, sedangkan kelas VVIP Rp275 ribu. Penumpang diperbolehkan membawa barang maksimal 20 kilogram. Kapal akan berlayar setiap hari kecuali Selasa, yang dijadwalkan untuk perawatan armada.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik kehadiran kapal cepat tersebut.

Menurutnya, selain menunjang sektor pariwisata, pelayaran ini juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat Gilimanuk–Denpasar.

“Selama ini pelintas darat cukup padat, terutama di musim liburan. Dengan dibukanya pelayaran ini, kami berharap distribusi penumpang bisa lebih merata dan tidak menumpuk di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk,” ungkapnya.

Pemkot Denpasar, lanjut Arya Wibawa, juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di kawasan Pelabuhan Serangan. Mulai dari akomodasi transportasi bekerja sama dengan warga lokal, area parkir, hingga tempat transit.

Bahkan, pengelolaan destinasi wisata akan menggandeng desa adat untuk mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Nantinya wisatawan yang tiba melalui kapal cepat akan diarahkan ke Kampung Kuliner Serangan. Ini sekaligus menjadi pintu masuk pengembangan wisata Serangan sebagai kawasan unggulan di Kota Denpasar,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dishub Denpasar I Ketut Sriawan. Menurut dia, pelayaran cepat Banyuwangi–Denpasar akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kawasan Serangan.

“Ini menjadi momentum yang baik bagi Kota Denpasar. Selain untuk pariwisata, juga mendukung pengurangan beban kendaraan di jalur darat. Ini juga bagian dari program konektivitas lintas wilayah yang berkelanjutan,” ucapnya.

Dari sisi teknis, lanjut Sriawan, tidak ada batas minimal jumlah penumpang untuk keberangkatan.

“Berapapun jumlahnya, kapal tetap berangkat. Ini bagian dari promosi awal. Jika animo terus meningkat, tidak menutup kemungkinan akan ditambah armada baru,” ujarnya.

Salah satu penumpang pelayaran perdana, Sofi, wisatawan asal Belgia, mengaku senang dengan rute ini.

“Saya biasa ke Banyuwangi dari Bali dua minggu sekali. Naik travel terlalu lama. Sekarang jauh lebih cepat dan nyaman,” katanya.

Hal senada disampaikan Yoti Atmadjaya, penumpang asal Jakarta. “Biasanya saya naik travel. Sekarang lebih hemat waktu dan murah juga,” tuturnya.

Dengan pelayaran ini, Banyuwangi dan Denpasar resmi terhubung laut secara langsung. Ini juga menjadi dukungan terhadap program 3B (Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi) dalam pengembangan destinasi pariwisata nasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#harga tiket #jarak tempuh #kapal cepat #denpasar #Dermaga boom #banyuwangi #Express Bahari 1F