Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Jember-Banyuwangi Wajib Baca, Kereta Api Ini Siap Gantikan Akses Jalan Nasional yang Ditutup

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 23 Juli 2025 | 16:43 WIB
Penutupan Jalur Gumitir 24 Juli hingga 24 September 2025, KA Pandanwangi jadi solusi transportasi andalan warga Jember dan Banyuwangi.
Penutupan Jalur Gumitir 24 Juli hingga 24 September 2025, KA Pandanwangi jadi solusi transportasi andalan warga Jember dan Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menyiapkan Kereta Api Pandanwangi sebagai moda transportasi alternatif selama penutupan total Jalur Gumitir, yang akan berlangsung dari 24 Juli hingga 24 September 2025.

Langkah ini menjadi respons cepat atas kebijakan penutupan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi karena adanya pekerjaan perbaikan infrastruktur oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali.

Penutupan Jalur Gumitir: Dampak dan Rute Alternatif

Penutupan sepanjang 115 meter di KM 233+500 dilakukan secara total untuk semua jenis kendaraan, termasuk roda dua dan kendaraan berat.

Penggunaan alat berat dalam perbaikan jalan dan jembatan membuat badan jalan tidak dapat dilalui dengan aman.

Dampaknya, arus kendaraan dialihkan ke beberapa jalur alternatif:

KA Pandanwangi: Solusi Ramah Lingkungan dan Terjangkau

Kereta Api Pandanwangi yang melayani rute Jember–Ketapang (PP) kini diposisikan sebagai tulang punggung transportasi di wilayah terdampak.

KA ini mengalami peningkatan penumpang signifikan pada semester I 2025, dengan total 1.149.434 penumpang, naik 21 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain tarif yang terjangkau, Pandanwangi dikenal dengan ketepatan waktu dan kapasitas besar, menjadikannya pilihan utama bagi masyarakat Tapal Kuda.

Menurut Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, pihaknya telah menyiapkan penambahan titik pemberhentian agar aksesibilitas warga tetap terjaga.

Beberapa stasiun yang sebelumnya tidak menjadi tempat berhenti kini akan difungsikan, antara lain Stasiun Garahan dan Stasiun Silo.

Kebijakan ini bertujuan memudahkan mobilitas masyarakat yang selama ini mengandalkan akses darat via Gumitir.

Baca Juga: Inilah Cara Yang Dilakukan Fakultas Kedokteran Unair Guna Menghapus Stigma dan Diskriminasi Pasien HIV/AIDS dan TBC

Koordinasi Pemerintah Daerah dan Dishub

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, melalui Dinas Perhubungan (Dishub), telah menjalin koordinasi intensif dengan PT KAI Daop 9 Jember dan operator bus untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan transportasi.

Kepala Dishub Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, menegaskan bahwa koordinasi ini mencakup penambahan titik berhenti kereta api dan penyesuaian trayek dan titik keberangkatan armada bus.

Salah satu contoh konkret adalah Bus Damri jurusan Jember–Denpasar yang kini akan berangkat dari Stasiun Kalibaru, mengharuskan penumpang naik kereta terlebih dahulu dari Jember ke Kalibaru.

Transportasi Terintegrasi Demi Kenyamanan Masyarakat

Langkah antisipatif ini tidak hanya memastikan kelancaran mobilitas selama penutupan jalan, tetapi juga menunjukkan sinergi antara moda transportasi kereta dan bus.

Pemanfaatan kereta api sebagai tulang punggung transportasi selama masa darurat ini sekaligus mendukung prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), terutama dalam pengurangan emisi karbon dan peningkatan efisiensi transportasi publik. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Jalur Gumitir ditutup #Kereta Api