Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menuju 24 Juli 2025, Ini 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan Sebelum Gumitir Ditutup

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 22 Juli 2025 | 16:47 WIB
Jalur Gumitir akan ditutup total 24 Juli hingga 24 Sept 2025.
Jalur Gumitir akan ditutup total 24 Juli hingga 24 Sept 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Jelang penutupan total Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi, arus lalu lintas di kawasan tersebut mengalami peningkatan signifikan.

Berdasarkan pantauan lapangan, kendaraan besar seperti truk tronton, kontainer, hingga truk bermuatan tebu dan material tambang masih terus melintas, meskipun informasi penutupan telah disosialisasikan oleh pihak berwenang.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali menetapkan bahwa Jalur Gumitir akan ditutup total selama dua bulan, mulai 24 Juli hingga 24 September 2025, untuk kegiatan preservasi jalan nasional.

Penutupan dilakukan di titik Km 233+500, Tikungan Mbah Singo, yang selama ini dikenal rawan kecelakaan karena kondisi jalan sempit, menurun, dan berkelok tajam.

Bahaya Jika Nekat Melintas di Hari-H

Menurut Kepala BBPJN Jatim–Bali, Gunadi Antariksa, pekerjaan perbaikan akan melibatkan alat berat untuk pemasangan pondasi bored pile di 55 titik sepanjang 115 meter.

Dengan kondisi jalan yang sempit dan risiko tinggi manuver alat berat, penutupan total dinilai sebagai langkah paling aman.

“Jika kendaraan tetap dipaksakan melintas selama pekerjaan berlangsung, maka potensi kecelakaan sangat tinggi, terutama bagi kendaraan besar,” ujar Gunadi.

Ditambah lagi, tikungan tajam di kawasan Alas Gumitir memperparah kondisi. Dalam beberapa tahun terakhir, lokasi ini sering menjadi titik kecelakaan fatal, terutama bagi kendaraan barang dengan muatan berat.

Peringatan Serius dari Polisi dan Dishub

Polres Jember dan Dinas Perhubungan telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri melintas saat jalur ditutup.

Petugas akan dikerahkan di sejumlah simpang jalan utama untuk mengarahkan kendaraan menuju jalur alternatif yang telah disiapkan.

“Penutupan total memang harus dilakukan. Jangan ambil risiko hanya karena ingin cepat sampai. Keselamatan tetap yang utama,” tegas petugas Satlantas Polres Jember.

Sosialisasi telah dilakukan sejak 24 Juni 2025 melalui media sosial, pemasangan banner, dan koordinasi antarinstansi.

Bahkan, titik pemberhentian kereta di Stasiun Garahan dan Silo juga ditambahkan oleh PT KAI guna mempermudah mobilitas warga selama masa penutupan.

Jalur Alternatif yang Direkomendasikan

Pengguna jalan diminta menyusun ulang rute perjalanan sebelum tanggal 24 Juli 2025. Berikut jalur alternatif yang direkomendasikan:

Kendaraan kurang dari 15 ton:

Jember – Bondowoso – Situbondo – Banyuwangi

Kendaraan lebih dari 15 ton:

Jember – Lumajang – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi

Dari Surabaya/Lumajang ke Banyuwangi:

Via Tol Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi

Catatan penting: Jalur alternatif lokal di sekitar Gumitir tidak direkomendasikan karena kondisi jalan belum beraspal dan minim penerangan.

Jalur ini hanya digunakan oleh masyarakat lokal dengan sepeda motor, dan hanya dapat dilewati pada pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.

Tips Menghadapi Kemacetan dan Gangguan Lalu Lintas

Penutupan total Jalur Gumitir adalah langkah serius untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Meski penyesuaian rute akan berdampak pada waktu tempuh dan aktivitas masyarakat, kerja sama seluruh pihak mutlak dibutuhkan agar tidak terjadi kemacetan parah maupun insiden kecelakaan.

Bagi para pengendara, hindari nekat melintas pada hari-H penutupan. Ikuti arahan petugas, manfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan, dan tetap prioritaskan keselamatan. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Jalur Gumitir ditutup