Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelabuhan Ketapang Lumpuh Lagi! Truk Logistik Mengular, Jumlah Kapal Menyusut

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 22 Juli 2025 | 12:45 WIB
TERJEBAK MACET: Aparat kepolisian mengatur kepadatan arus kendaraan yang didominasi truk besar di jalan arteri sebelah utara Pelabuhan ASDP Ketapang, Senin (21/7).
TERJEBAK MACET: Aparat kepolisian mengatur kepadatan arus kendaraan yang didominasi truk besar di jalan arteri sebelah utara Pelabuhan ASDP Ketapang, Senin (21/7).

RADARBANYUWANGI.ID – Arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang kembali tersendat.

Setelah sempat lancar selama dua hari, kemacetan kembali terulang, Senin (21/7). Antrean kendaraan mengular sepanjang 2 kilometer ke arah utara pelabuhan.

Kepadatan kendaraan menuju pelabuhan terjadi sejak Minggu malam (20/7). Volume truk yang menyeberang ke Bali meningkat dari biasanya. Di samping itu, jumlah kapal yang beroperasi di dermaga LCM berkurang.

"Kemacetan terjadi  sejak Minggu malam, trenya memang seperti itu. Truk dengan muatan logistik mengejar waktu Senin pagi harus tiba di Bali. Jumlah kapal di LCM belum normal, kondisi ini yang memicu kemacetan," ungkap ketua pegadang asongan Ketapang, Sunoto.

Hingga Senin pagi (21/7), antrean kendaraan sempat mengular hingga depan Terminal Sri Tanjung atau sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan ASDP Ketapang.

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kerja  Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho mengatakan, jumlah kapal yang beroperasi di dermaga LCM kembali berkurang.

Sehari sebelumnya ada sembilan kapal yang beroperasi di Pelabuhan LCM, kemarin (21/7) hanya lima kapal.

Lima kapal tersebut adalah KMP Agung Samudera XVIII, KMP Karya Maritim I, KMP Jambo VI, KMP Samudera Perkasa I, dan KMP Samudera Utama.

Sedangkan empat kapal lainya, yaitu KMP Tunu Jaya 3888, KMP SMS Swakarya, KMP Trisakti Elfina, dan KMP Perkasa Prima 5 keluar dari lintasan untuk beristirahat.

"Sebagian kapal yang sudah bertugas beristirahat karena terus- menerus beroperasi," ungkap Bayu.

Faktor tersebut menjadi penyebab terjadinya kepadatan yang kembali mengular hingga ke luar pelabuhan.

Jumlah kendaraan logistik yang akan menyeberang ke Bali tidak bisa langsung terangkut lantaran kurangnya jumlah kapal.

"Jumlah kapal masih kurang untuk mengangkut kendaraan logistic. Untuk kendaraan pribadi yang menyeberang lewat dermaga MB tetap lancar," kata Bayu.

Hingga tadi malam pukul 19.00, antrean truk besar dan tronton masih terjadi dari Pelabuhan LCM Ketapang hingga depan depo Pertamina Tanjung Wangi atau sekitar 1 kilometer dari pelabuhan.

"Ada beberapa kendaraan yang ngeblong sehingga ikut menyebabkan arus kendaraan terhambat. Seharusnya mereka mengikuti perintah kita,’’ ujar Kapolsek KP3 Tanjung Wangi, AKP Bambang Damono.

Selain jumlah kapal, tersendatnya laju  kendaraan menuju kapal juga disebabkan pembatasan yang diberlakukan di pelabuhan.

Aturan 75 persen maksimal muatan diberlakukan kapal-kapal yang beroperasi di LCM.

"Biasanya tronton satu kapal bisa sembilan. Dengan aturan baru, maksimal hanya enam tronton. Ini yang menyebabkan kendaraan tidak bisa maksimal," kata Firman, salah satu ABK. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#truk logistik #pelabuhan ketapang #2 kilometer #ketapang macet #macet horor #banyuwangi