Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengalihan Jalur Gumitir: Truk Berat Dilarang Lewat Bondowoso-Situbondo, Wajib Putar Probolinggo!

Agung Sedana • Selasa, 22 Juli 2025 | 04:18 WIB
KANTONG PARKIR: Puluhan truk logistik diminta berhenti dan ikut mogok kerja menolak aturan zero ODOL dengan parkir di Terminal Wiroguno, Desa Setail, Kecamatan Genteng Rabu (18/6).
KANTONG PARKIR: Puluhan truk logistik diminta berhenti dan ikut mogok kerja menolak aturan zero ODOL dengan parkir di Terminal Wiroguno, Desa Setail, Kecamatan Genteng Rabu (18/6).

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah resmi melarang kendaraan berat di atas tonase 15 ton melintasi jalur Bondowoso – Situbondo selama penutupan total Jalur Gumitir yang dimulai 24 Juli hingga 24 September 2025. 

Larangan ini berlaku seiring kebijakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali yang menutup total ruas KM 233+500 (Tikungan Mbah Singo) Gumitir akibat proyek preservasi jalan dan perbaikan longsor.

Kendaraan besar seperti truk logistik dan kontainer wajib menggunakan jalur Pantura Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi sebagai alternatif utama. 

Sementara itu, jalur Bondowoso-Situbondo hanya dibuka untuk kendaraan di bawah 15 ton seperti mobil pribadi, travel, dan sebagian bus AKDP.

Penutupan Jalur Gumitir Dimulai 24 Juli 2025

Jalur nasional di kawasan Alas Gumitir, Kabupaten Jember, akan ditutup total selama dua bulan penuh mulai Kamis, 24 Juli 2025 pukul 00.00 WIB hingga Rabu, 24 September 2025 pukul 24.00 WIB.

Penutupan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, mengingat proyek perbaikan akan melibatkan alat berat dan dikerjakan di area sempit dan rawan longsor.

Pihak BBPJN menyebut bahwa keputusan penutupan total adalah pilihan paling aman karena pekerjaan dilakukan di ruas dengan kontur ekstrem.

Selain penanganan longsor, pekerjaan juga mencakup perkuatan lereng dengan bored pile sebanyak 55 titik (panjang total 115 meter) serta perbaikan geometri jalan agar lebih aman dilalui ke depan.

“Penutupan dilakukan karena pekerjaan melibatkan alat berat di ruas jalan sempit dan berisiko tinggi, sehingga dinilai sebagai opsi paling aman demi keselamatan pengguna jalan,” demikian disampaikan melalui akun resmi @pu_jalan_jatimbali.

Rute Alternatif yang Telah Disiapkan:

1. Kendaraan Roda 4 ke Bawah dan kurang 15 Ton:

Dari Jember ke Banyuwangi: Boleh lewat Bondowoso-Situbondo.

Dari Surabaya ke Banyuwangi: Harus lewat Leces-Probolinggo-Situbondo.

Dari Lumajang ke Banyuwangi: Lewat Klakah-Leces-Probolinggo-Situbondo.

2. Kendaraan berat Roda 6 dengan tonase lebih 15 Ton

Dari Jember atau Surabaya ke Banyuwangi: Wajib lewat Pantura melalui Probolinggo–Situbondo–Ketapang.

Dilarang keras lewat Bondowoso-Situbondo karena kondisi jalan yang tidak memadai untuk beban berat.

Pihak BBPJN memastikan rambu-rambu peringatan dan pengalihan arus telah disiapkan di titik strategis seperti Exit Tol Leces, Alun-alun Jember, dan Perempatan Mangli.

Rambu juga akan ditempatkan di lampu merah Kota Probolinggo dan akses-akses dari Lumajang.

Dalam unggahan Instagram-nya, BBPJN turut mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mengikuti rute pengalihan yang tersedia.

“Yuks pantau rute pengalihan di infografis di atas serta tak lupa mimin mohon doa, dukungan untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut, menjamin keselamatan dan keamanan pengguna jalan,” tulis akun @pu_jalan_jatimbali.

Editor : Agung Sedana
#Rute Alternatif #situbondo #bondowoso #gumitir #Ditutup Total #banyuwangi