RADARBANYUWANGI.ID – Penutupan total Jalur Gumitir dipastikan bakal diberlakukan pada akhir Juli 2025.
Jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Jember tersebut akan ditutup selama dua bulan penuh hingga September mendatang.
Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari proyek preservasi nasional oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN).
Penutupan akan dilakukan dua arah dan menyasar semua jenis kendaraan, mulai dari roda dua, roda empat, hingga truk berat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan BBPJN terkait jalur alternatif yang akan direkomendasikan.
"Untuk jalur alternatif yang direkomendasikan masih kami koordinasikan dengan BPJN," ujar Komang kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.
Sebelumnya, sempat dilakukan pembukaan jalur setapak di sekitar kawasan Gumitir sebagai rute darurat. Namun, Dishub memastikan jalur itu tidak disarankan untuk kendaraan umum.
"Sesuai arahan dari tim survei, jalur itu hanya diperuntukkan sebagai akses lokal masyarakat setempat, bukan jalur umum," tegas Komang.
Diarahkan Lewat Bondowoso–Situbondo
Skema pengalihan arus sudah mulai disusun. Jalur alternatif yang dinilai paling layak adalah via Bondowoso–Situbondo. Rute ini dapat dilalui oleh kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Kepala Dishub Jember Gatot Triyono menjelaskan, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah menggelar rapat koordinasi pada 8 Juli lalu.
Rapat tersebut melibatkan Satlantas, Dishub Banyuwangi dan Bondowoso, BBPJN, hingga DAOP 9 Jember.
"Semua kendaraan dari Jember menuju Banyuwangi, baik roda dua, empat, maupun enam, akan diarahkan melewati jalur Bondowoso–Situbondo," jelas Gatot.
Namun, khusus kendaraan barang dengan beban lebih dari 15 ton, pengalihan akan dilakukan lebih jauh.
Jalur yang disarankan adalah Lumajang–Probolinggo–Situbondo, mengingat adanya pembatasan beban di jembatan darurat wilayah Situbondo.
"Jembatan darurat di sana hanya bisa dilalui kendaraan maksimal 15 ton," terang Gatot.
Dishub dan Satlantas Siagakan Petugas dan Rambu Tambahan
Menjelang hari-H penutupan, Dishub Jember akan menempatkan petugas di titik-titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus dan potensi kebingungan pengendara.
Bersama dengan personel Satlantas, Dishub juga akan menambah rambu dan papan informasi di beberapa titik. Khususnya bagi kendaraan barang yang tidak diperkenankan masuk pusat kota.
"Untuk kendaraan besar dari arah Surabaya akan diarahkan lewat Leces ke Probolinggo. Sementara dari Jember, arus akan dibagi melalui Sukorambi–Patrang menuju Bondowoso. Rute ini juga bisa dilewati bus antarkota,” pungkas Gatot.
Sementara itu, Dishub berharap BBPJN segera mengeluarkan rilis resmi agar proses sosialisasi ke masyarakat bisa berjalan maksimal. (*)
Editor : Ali Sodiqin