Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Farel Prayoga Bongkar Masa Kecil Kelam: Disiksa, Diusir, dan Ngamen Demi Bayar Bank Plecit

Ali Sodiqin • Jumat, 18 Juli 2025 | 16:35 WIB
Farel Prayogo di acara kanal Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Farel Prayogo di acara kanal Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo.

RADARBANYUWANGI.ID — Di balik suara emasnya yang sempat mengguncang Istana Negara pada perayaan HUT RI ke-77 tahun 2022, Farel Prayoga ternyata menyimpan luka yang tak banyak diketahui publik.

Bocah Banyuwangi itu akhirnya membuka tabir kisah kelam hidupnya dalam podcast Curhat Bang bersama Denny Sumargo, yang tayang di YouTube pada 17 Juli 2025.

Dalam podcast berdurasi lebih dari satu jam itu, Farel dengan suara lirih mengaku sempat mengalami masa kecil yang getir.

Ia mengungkap, selama bertahun-tahun tinggal bersama ibu tirinya, ia sering mendapatkan perlakuan kasar. Bahkan, Farel menyebut dirinya sempat disiksa dan diusir dari rumah.

"Aku dulu gak tinggal sama ibu kandung. Sama ibu tiri. Sering disiksa, Mas," ucap Farel dengan nada tertahan.

Ia juga mengaku pernah harus ngamen keliling untuk membayar cicilan ke bank plecit—lembaga pinjaman dengan bunga tinggi yang belakangan marak menjerat keluarga kecil di desa.

Pengakuan Farel sontak menjadi sorotan warganet. Banyak yang tidak menyangka bahwa di balik senyum polos dan suara merdu yang viral menyanyikan “Ojo Dibandingke”, tersimpan kisah perjuangan hidup yang begitu berat.

Ayah Ditahan, Ibu Tiri Jadi Sorotan

Kabar getir belum berhenti di situ. Publik pun masih hangat memperbincangkan kabar penahanan ayah Farel, Suyoto, yang tersandung kasus dugaan pencurian sepeda motor.

Saat ini, Suyoto sedang menjalani proses hukum dan ditahan di Polresta Banyuwangi.

Kondisi ini membuat beban mental Farel semakin berat. Dalam beberapa pernyataan publik, sang ibu tiri mengaku kehidupan rumah tangga mereka berubah drastis sejak kasus itu mencuat.

Ia kini harus bekerja ekstra keras untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, sekaligus menjaga kondisi psikologis Farel agar tetap kuat menghadapi sorotan publik.

Tekanane abot. Farel saiki luwih sering menutup diri,” ujar salah satu tetangga Farel di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Netizen Simpati, Minta Perlindungan

Respons warganet pun membanjiri kolom komentar. Banyak yang menyatakan empati dan mendesak agar pemerintah turun tangan memberikan pendampingan psikologis bagi Farel.

“Farel butuh pelukan, bukan tekanan,” tulis akun @rahma_putri_23.

“Jangan biarkan anak seusia dia menanggung beban seberat itu,” timpal akun lain.

Hingga kini, video podcast tersebut sudah ditonton lebih dari 2 juta kali, dan menjadi trending di YouTube Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#denny sumargo #masa kecil #Farel Prayoga #bnak plecit #kisah kelam #podcast #ngamen