Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Macet 23 Kilometer, Jalur Situbondo–Banyuwangi Lumpuh Total, Sopir Terjebak hingga 30 Jam

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 18 Juli 2025 | 14:38 WIB
Truk ukuran sedang bergerak pelan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi.
Truk ukuran sedang bergerak pelan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID - Arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, lumpuh total.

Ekor kemacetan kendaraan tercatat mencapai 23 kilometer, menjalar hingga kawasan hutan Baluran.

Kendaraan logistik, mobil pribadi, dan bus saling mendahului, memperparah kekacauan di jalur utama Situbondo–Banyuwangi.

Ironisnya, di dalam area pelabuhan sendiri justru lengang. Menurut Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah, kemacetan terjadi karena perilaku pengemudi yang tidak tertib, ditambah minimnya armada kapal yang bisa beroperasi.

“Pelabuhan di dalam kosong, tapi macet di luar karena mobil dan truk saling mendahului. Penumpukan jadi tidak terhindarkan,” jelas Slamet, Kamis (17/7).

Inspeksi Ketat dan Kekurangan Armada

Kemacetan ini merupakan dampak langsung dari inspeksi menyeluruh terhadap kapal-kapal eks Landing Craft Tank (LCT) pasca insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Dari total 54 kapal yang diperiksa, 15 dinyatakan tidak laik laut dan dilarang beroperasi. Hanya sebagian kecil yang telah lolos dan diberi izin untuk kembali melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Minimnya kapal aktif menyebabkan antrean kendaraan logistik dan pribadi mengular hingga puluhan kilometer.

Dalam kondisi normal, satu kapal bisa mengangkut hingga 20 unit truk, namun saat ini hanya sekitar 40 truk per hari yang bisa diseberangkan.

Sopir Terjebak Belasan Jam, Kerugian Tak Terelakkan

Banyak sopir mengaku mengalami kerugian operasional yang signifikan akibat waktu tempuh yang molor drastis.

Hari, 62, sopir asal Surabaya, mengatakan dirinya sudah terjebak selama 17 jam di kawasan Bangsring, Banyuwangi. “Biasanya 20 menit dari sini ke pelabuhan. Sekarang sudah hampir seharian gak gerak,” keluhnya.

Beberapa pengemudi lain bahkan menyebut waktu tempuh dari kawasan Watudodol ke pelabuhan bisa mencapai 28–30 jam.

Protes Sopir dan Penumpukan di Jalur

Aksi protes sempat dilakukan oleh para sopir truk di sekitar pelabuhan, menuntut percepatan inspeksi dan penambahan armada kapal.

Akibatnya, akses pelabuhan sempat terblokir dan menyebabkan adu jalur di kawasan rawan seperti Pelindo dan Grand Watudodol.

Kondisi makin diperparah oleh pengendara yang ngeblong, mengambil jalur berlawanan, sehingga kendaraan dari arah Banyuwangi maupun Situbondo sama-sama terjebak tanpa bisa bergerak.

Upaya Penanganan dan Imbauan Resmi

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, menyatakan pihaknya telah menerjunkan personel dari Satlantas dan Pamobvit untuk mengurai antrean, terutama di titik rawan seperti pintu lingkar Ketapang dan Pelindo.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas.

Inspeksi menyeluruh merupakan bentuk mitigasi risiko untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.

“Kami memahami dampak yang timbul, namun keselamatan pelayaran tetap utama. Normalisasi sedang dipercepat,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammar Masyhud.

ASDP dan KSOP juga telah mengoperasikan enam kapal tambahan yang sudah lolos inspeksi, meski hanya beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen.

Waspadai Perjalanan Menuju Bali via Ketapang

Hingga Kamis malam (17/7), antrean kendaraan belum sepenuhnya terurai. Masyarakat diimbau menunda perjalanan ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang jika tidak dalam kondisi darurat.

Kondisi lalu lintas di jalur Situbondo–Banyuwangi diprediksi masih belum stabil dalam satu dua hari ke depan.

Pemerintah, ASDP, dan aparat kepolisian masih terus melakukan langkah-langkah percepatan untuk memulihkan keadaan. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#situbondo #pelabuhan ketapang #banyuwangi