Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nama-Nama 15 Kapal yang Dilarang Berlayar di Selat Bali, 7 KMP Wajib Rampcheck Hari Ini

Ali Sodiqin • Kamis, 17 Juli 2025 | 17:55 WIB
Kendaraan logistik hendak memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, beberapa waktu lalu. ASDP akan memberi diskon hingga 19 persen selama libur Nataru 2025.
Kendaraan logistik hendak memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, beberapa waktu lalu. ASDP akan memberi diskon hingga 19 persen selama libur Nataru 2025.

RADARBANYUWANGI.ID – Dampak tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya mulai terasa.

Pengetatan aturan oleh otoritas pelabuhan berujung pada penundaan operasional 15 kapal yang mayoritas melayani rute di Pelabuhan LCM Ketapang.

Mayoritas kapal eks Landing Craft Tank (LCT) yang dimodifikasi jadi RoRo itu kini dilarang berlayar sebelum memenuhi standar keselamatan.

"Mereka tidak bisa melanjutkan operasi sampai perbaikan tuntas. Ini langkah antisipasi agar tidak ada kejadian serupa lagi," tegas Kapten Purgana, Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Rabu (17/7).

Hanya 5 Kapal yang Tersisa, 1 Kandas

Dari total 54 kapal yang melayani penyeberangan di Selat Bali, kini hanya lima kapal yang masih bertugas di lintasan Pelabuhan LCM Ketapang – Gilimanuk. Itupun, kondisinya jauh dari ideal.

"Sejak Selasa malam (15/7), hanya lima kapal yang jalan. Tapi dini hari tinggal dua yang aktif. Bahkan satu kapal, KMP Agung Samudra, sempat kandas di perairan Gilimanuk," ujar Dadang, salah satu ABK di LCM Ketapang.

Akibatnya, ratusan kendaraan logistik menumpuk tak bisa menyeberang.

Situasi makin parah karena satu-satunya kapal yang masih beroperasi, KMP Samudera Perkasa, kewalahan menangani lonjakan muatan.

Ini Daftar Kapal yang Ditunda Berlayar

Berikut daftar 15 kapal yang ditunda operasinya karena hasil rampcheck:

  1. KMP SMS Swakarya (Surabaya)
  2. KMP Pancar Indah (Gresik)
  3. KMP Tunu Pratama Jaya 3888 (Balikpapan)
  4. KMP Tunu Pratama Jaya 5888 (Balikpapan)
  5. KMP Agung Samudera IX (Balikpapan)
  6. KMP Liputan XII (Balikpapan)
  7. KMP Jambo VI (Pasir Mas, Balikpapan)
  8. KMP Karya Maritim I (Surabaya)
  9. KMP Tri. A. (Surabaya)
  10. KMP Karya Maritim II (Semarang)
  11. KMP Munic V (Samarinda)
  12. KMP Perkasa Prima 5 (Gresik) – Segera docking
  13. KMP Trans Jawa 9 (Banyuwangi) – Segera docking
  14. KMP Samudera Utama (Samarinda)
  15. KMP Jalur Nusa (Samarinda)

Sebagian besar kapal ini masuk dalam kategori eks LCT yang telah diubah fungsi menjadi kapal RoRo.

Rampcheck Dipercepat, Targetkan 7 Kapal Aktif Hari Ini

Meski kondisi pelabuhan padat, pihak KSOP memastikan proses perbaikan terus dikebut.

Dari 15 kapal yang ditunda, tiga kapal sudah rampung diperiksa: KMP Agung Samudra IX, KMP Karya Maritim I, dan KMP Jambo VI.

"Target hari ini lima kapal selesai dicek dan kembali masuk lintasan. Artinya, total bisa ada tujuh kapal yang melayani kembali penyeberangan di LCM," terang Purgana.

Statistik Terbaru Kapal di Selat Bali:

1. Total kapal: 54

2. Beroperasi via LCM: 15

3. Beroperasi via ASDP: 15

4. Off harian: 20

5. Docking: 4

6. Dilarang beroperasi:

Langkah keras ini diambil demi keselamatan pelayaran, setelah kecelakaan yang membuka mata banyak pihak soal kondisi armada laut di jalur vital Selat Bali.

Kini tinggal bagaimana percepatan pemenuhan standar bisa dilakukan tanpa mengorbankan kelancaran logistik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#selat bali #Kapal Dilarang Berlayar #Rampcheck