Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penutupan Jalur Gumitir Tuai Protes! Bupati Ipuk Bongkar Fakta Mengejutkan

Ali Sodiqin • Kamis, 17 Juli 2025 | 17:24 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usul Jalur Gumitir diberlakukan sistem buka tutup.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usul Jalur Gumitir diberlakukan sistem buka tutup.

RADARBANYUWANGI.ID – Wacana penutupan total Jalur Gumitir mulai 24 Juli 2025 mendatang langsung direspons Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ipuk menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut karena dinilai bakal berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi dan pendidikan.

"Kami bukan menolak. Tapi kami berharap bisa ditinjau ulang. Dampaknya sangat luas," tegas Ipuk usai rapat paripurna di DPRD Banyuwangi, Senin (30/6/2025) lalu.

Pemkab khawatir penutupan total selama dua bulan penuh itu akan membuat mobilitas masyarakat terganggu. Termasuk para pelajar dari Jember yang menempuh pendidikan di Kalibaru.

“Banyak anak dari Kecamatan Silo (Jember) sekolah di Kalibaru. Kalau jalur ditutup total, jelas mereka terdampak,” ujarnya.

Ipuk mengusulkan sistem buka-tutup saja, dengan memprioritaskan kendaraan kecil dan roda dua.

Sedangkan truk besar dipersilakan melewati jalur alternatif seperti Situbondo atau Probolinggo.

Risiko Inflasi dan Kendala Distribusi BBM

Tak hanya soal pendidikan, Ipuk juga menyoroti potensi inflasi akibat lonjakan biaya logistik.

Dinas Perhubungan Banyuwangi menyebut distribusi bahan bakar ke Jember berisiko terganggu karena truk tangki BBM tidak bisa lewat jalur alternatif Bondowoso yang jembatannya hanya menampung beban 15 ton.

“Teman-teman Pertamina sudah menyampaikan itu. Kalau harus mutar lewat Probolinggo, otomatis biaya distribusi naik. Ini yang bisa memicu inflasi,” terang Kadishub Komang Sudira Atmaja.

Pemkab berharap ada solusi yang mempertimbangkan keselamatan tanpa harus mematikan aktivitas warga.

Balai Jalan: Jalur Terlalu Berisiko

Di sisi lain, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali menyebut, penutupan total tidak bisa dihindari.

Jalur Gumitir dinilai terlalu sempit dan berbahaya untuk pengerjaan proyek preservasi jalan dan jembatan.

“Pekerjaan ini risikonya tinggi. Alat berat seperti bore pile machine harus manuver, dan kondisi jalan tidak memungkinkan dilalui kendaraan apa pun selama pengerjaan,” ujar Satiya, PPK 1.4 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jatim.

Perbaikan direncanakan berlangsung mulai Juli hingga Desember 2025, namun penutupan total akan berlangsung dua bulan, yakni 24 Juli hingga 24 September 2025.

Jalur Alternatif: Harus Lewat Pantura

Selama penutupan berlangsung, arus kendaraan dari Banyuwangi ke Jember (dan sebaliknya) akan dialihkan melalui rute Jember–Bondowoso–Situbondo. Meski lebih jauh, jalur ini relatif lebih aman dan lebar.

Namun, Ipuk berharap rute alternatif tidak jadi satu-satunya pilihan. Sistem buka-tutup masih dianggap opsi terbaik agar denyut ekonomi warga tidak berhenti total.

“Semoga usulan kami bisa difasilitasi. Ini untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Bupati Banyuwangi #Jalur Gumitir ditutup #24 Juli #24 september #Ipuk Fiestiandani #dampak penutupan jalan #jalur alternatif