RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang penutupan total Jalur Gumitir pada 24 Juli mendatang, Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat.
Salah satu titik rawan kecelakaan, yakni perlintasan sebidang (JPL) 30 di Desa Garahan, Kecamatan Silo, kini telah diperbaiki.
Perlintasan selebar 8 meter itu sempat rusak parah dan dikeluhkan warga karena kerap memicu kecelakaan.
Perbaikan dilakukan secara kolaboratif oleh Pemkab Jember, PT KAI Daop 9, dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali.
Titik perlintasan tersebut berada di kilometer 18, tepatnya di antara Stasiun Sempolan dan Stasiun Garahan.
“Perbaikan ini merupakan respon terhadap keluhan masyarakat sekaligus antisipasi meningkatnya lalu lintas roda dua saat Gumitir ditutup,” ujar Plt. Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, Kamis (10/7).
Menurut Gatot, sebelum perbaikan dilakukan, BBPJN bersama Dishub terlebih dahulu meninjau langsung kondisi jalur alternatif yang akan digunakan kendaraan roda dua selama penutupan berlangsung.
Namun, Dishub Jember hanya menangani perbaikan mendesak di JPL 30. Hasil survei menyeluruh jalur akan disampaikan resmi oleh BBPJN.
“Penanganan ini dilakukan bersama-sama pada Rabu sore, 9 Juli lalu. Kami pastikan JPL 30 kini aman dilintasi motor,” tegas Gatot.
Sementara itu, Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung perbaikan perlintasan sebidang.
Termasuk memberikan arahan teknis agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga.
“Keselamatan di perlintasan adalah tanggung jawab bersama. Kami mendukung penuh langkah antisipatif ini,” ujar Hengky.
Perlintasan Garahan diprediksi bakal menjadi salah satu jalur vital bagi warga lokal selama penutupan Jalur Gumitir berlangsung dua bulan ke depan.
Dishub mengingatkan, meski sudah diperbaiki, pengguna tetap diminta waspada saat melintas. (*)
Editor : Ali Sodiqin