RADARBANYUWANGI.ID – Penutupan total Jalur Gumitir selama dua bulan mulai 24 Juli hingga 24 September 2025 mulai diantisipasi Dinas Perhubungan (Dishub) Jember.
Sejumlah langkah strategis disiapkan, termasuk rekayasa lalu lintas dan koordinasi lintas wilayah bersama kepolisian, Dishub tetangga, hingga PT KAI DAOP 9 Jember.
“Rapat koordinasi sudah digelar 8 Juli lalu. Kami libatkan Satlantas, Dishub Bondowoso dan Banyuwangi, BPJN, dan DAOP 9,” kata Kepala Dishub Jember Gatot Triyono, Senin (15/7), seperti dikutip dari RRI Jember.
Arus Jember–Banyuwangi Dialihkan
Untuk pengendara dari Jember yang menuju Banyuwangi, arus lalu lintas akan dialihkan melalui Bondowoso–Situbondo.
Namun, kendaraan barang dengan muatan lebih dari 15 ton tidak bisa lewat jalur itu karena adanya jembatan darurat di Situbondo.
“Truk besar kami arahkan lewat Lumajang–Probolinggo–Situbondo. Jalur tersebut dinilai lebih aman untuk kendaraan berat,” jelas Gatot.
Sementara kendaraan dari arah Surabaya akan dialihkan di titik Leces menuju jalur Probolinggo.
Dishub Jember akan menempatkan personel di titik strategis serta menambah rambu dan papan informasi, terutama untuk kendaraan barang agar tidak masuk pusat kota.
“Arus dialihkan lewat Sukorambi–Patrang lalu ke Bondowoso. Bus antarkota juga bisa menggunakan rute itu,” imbuhnya.
Tunggu Rilis Resmi BBPJN
Meski skema sudah disiapkan, hingga saat ini Dishub Jember belum menyebarkan selebaran atau pemberitahuan resmi kepada masyarakat.
Alasannya, pihaknya masih menunggu rilis atau surat edaran resmi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Kami siap sosialisasi begitu rilis resmi turun. Itu penting agar masyarakat dan pelaku transportasi bisa menyesuaikan sejak awal,” tegas Gatot.
Usul Penambahan Pemberhentian Kereta
Dishub Jember juga mengusulkan kepada PT KAI DAOP 9 agar kereta api menambah titik pemberhentian sementara di stasiun-stasiun kecil, seperti Garahan dan sekitarnya.
“Ini untuk mempermudah akses warga Kalibaru dan Silo selama jalur Gumitir ditutup total,” ujarnya. Surat permohonan sudah dalam proses pengiriman.
Jalur Nonresmi Tak Direkomendasikan
Terkait sejumlah jalur alternatif tak resmi di kawasan perkebunan yang biasa digunakan pengendara roda dua, Dishub tidak merekomendasikan jalur itu untuk umum.
“Medannya ekstrem, tidak ada penerangan, hanya layak bagi warga lokal yang sudah terbiasa. Sangat berbahaya untuk orang luar, apalagi malam hari,” tegas Gatot.
Dishub Jember juga mengimbau agar rambu dan informasi penutupan jalur dipasang sejak jauh hari di luar wilayah Jember, seperti Probolinggo dan Lumajang.
“Jangan sampai kendaraan sudah telanjur masuk Jember baru tahu Gumitir ditutup,” ujarnya.
Dishub Jember menyatakan siap menurunkan personel di lapangan sejak hari pertama penutupan, untuk membantu pengendara menyesuaikan dengan rute baru. (*)
Editor : Ali Sodiqin