RADARBANYUWANGI.ID - Publik kembali dibuat geram. Aroma aji mumpung di balik bisnis pangan pokok mulai tercium busuk.
Kali ini, giliran beras yang jadi sorotan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 212 merek beras diduga terlibat praktik curang alias beras oplosan.
Temuan ini dibongkar langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Satgas Pangan Polri.
"Bayangkan saja, beras biasa dijual dengan label premium. Berat kemasan pun sering kurang dari yang tertera. Ini jelas merugikan masyarakat," tegas Amran saat konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (7/7).
Apa Itu Beras Oplosan?
Beras oplosan adalah campuran beras dari berbagai jenis atau kualitas berbeda yang dijual dengan label tidak sesuai.
Misalnya, beras kualitas medium dicampur dan dikemas ulang lalu dijual sebagai beras premium.
Selain itu, ada pula kemasan yang mencantumkan berat 5 kg, tapi isinya hanya 4,5 kg. “Ini seperti jual emas 18 karat tapi ngaku 24 karat,” ujar Amran.
Modus nakal ini dinilai bukan sekadar pelanggaran kecil. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp99 triliun per tahun!
Empat Produsen Besar Diperiksa
Tak main-main, kasus ini kini tengah ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Empat produsen besar sudah diperiksa, yakni:
- Wilmar Group – memproduksi merek Sania, Sovia, Fortune, Siip
- PT Food Station Tjipinang Jaya – merek FS Japonica, Setra Ramos, Beras Sego Pulen, hingga Alfamart Sentra Pulen
- PT Belitang Panen Raya – merek Raja Platinum, Raja Ultima, Raja Kita
- PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group) – merek Ayana
“Benar, saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Brigjen Helfi Assegaf, Dirtipideksus Bareskrim.
Daftar Merek Disorot, Ada yang Sudah Ditarik Ritel
Beberapa nama merek ternama kini jadi buah bibir. Tak sedikit dari mereka sudah ditarik dari rak-rak ritel modern menyusul viralnya isu di media sosial.
Berikut beberapa di antaranya:
- Wilmar Group: Sania, Sovia, Fortune, Siip
- Food Station Tjipinang Jaya: FS Setra Ramos, FS Sentra Wangi, Beras Pulen Wangi
- PT Belitang Panen Raya: Raja Ultima, Raja Platinum, RajaKita
- Japfa Group: Ayana
Kementan Warning: Ini Momentum Bersih-Bersih
Amran menegaskan, ini momentum emas untuk membersihkan praktik kotor di industri perberasan.
Ia meminta semua produsen segera memperbaiki mutu dan takaran sesuai standar.
“Kalau tidak ingin berurusan dengan hukum, lebih baik segera benahi. Satgas Pangan akan bergerak sampai ke daerah,” tegasnya.
Sampai saat ini, sepuluh produsen besar sudah diperiksa. Pemerintah pun berjanji akan membuka daftar lengkap 212 merek secara bertahap ke publik. (*)
Editor : Ali Sodiqin